Bogor, Gontornews – Pandemi virus corona (COVID-19) tidak menghalangi minat warga Bogor untuk mengirimkan anak-anaknya mengikuti ujian masuk Pondok Modern Darussalam Gontor. “Masuk Pondok Gontor harga mati,” kata Metty yang sedang mengantarkan putranya di GOR Padjadjaran Kota Bogor, Rabu (17/6) malam.
GOR Padjadjaran Bogor dipilih oleh IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor cabang Bogor sebagai titik kumpul para calon pelajar (capel) yang hendak mengikuti ujian masuk Gontor. Terkait pandemi COVID-19, Pondok Modern Darussalam Gontor menunjuk IKPM untuk mengkoordinir dan mengawal para capel menuju Pondok Gontor. Orangtua atau wali capel tidak diperkenankan mengantarkan sendiri putra putrinya ke Pondok Gontor.
Direktur Bimbingan Masuk Gontor IKPM Bogor Raya, Ustadz Asep Sopian, menyebutkan, jumlah capel asal Bogor sebanyak 241 siswa: 123 capel putra dan 118 capel putri. Rinciannya: 1 capel lulusan SMA, 96 capel lulusan SMP, dan 144 capel lulusan SD.
Mereka berangkat bersama ke Gontor dengan menggunakan delapan bus: empat bus untuk capel putra dan empat bus untuk capel putri. Capel putri menuju Pondok Modern Gontor Putri 1 Mantingan, Ngawi. Capel putra menuju Pondok Modern Gontor 2 Siman, Ponorogo. Mereka dibimbing dan didampingi oleh 10 ustadz dan 7 ustadzah.
Mereka akan mengikuti ujian masuk Pondok Modern Gontor yang akan berlangsung pada 18-23 Juni. Meliputi ujian lisan (syafahi) dan ujian tulis (tahriri). “Semoga semua capel dari Bogor lulus semua,” ujar Ustadz Asep Sopian. []























