Toronto, Gontornews — Badan statistik Kanada, Jumat (5/8/2022), melaporkan peningkatan tajam dalam kejahatan rasial yang menargetkan agama, orientasi seksual dan ras sejak awal pandemi Covid-19. Statistics Canada merilis, sepanjang tahun 2019 hingga 2001, tingkat kejahatan rasial di Kanada melonjak hingga 72 persen.
Peningkatan kejahatan rasial ini semakin memperburuk masalah keamanan dan diskriminasi yang telah terjadi di Kanada. Pasalnya, banyak warga Cina-Kanada yang melaporkan tindakan diskriminatif seiring fakta bahwa Wuhan adalah daerah di mana sumber virus tersebut berasal. Selain itu, hilangnya data primer saat organisasi kesehatan dunia, WHO, melakukan penyelidikan asal-usul Covid-19 di Wuhan semakin memperparah situasi di Kanada.
Pada tahun 2021, kejahatan kebencian yang menargetkan agama melonjak hingga 67 persen, kejahatan yang menargetkan orientasi seksual naik 64 persen sementara yang menargetkan ras atau etnis naik 6 persen. Karenanya, banyak kelompok minoritas di Kanada mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan undang-undang anti-rasisme.
“Kami tidak bisa menunda lagi menunda tindakan lebih lanjut untuk menghentikan kebencian dan rasisme anti-Asia,” kata Amy Go, Presiden Dewan Nasional Kanada untuk Keadilan Sosial kepada Reuters.
Dewan Nasional Kanada, sambung Amy Go, telah meminta pemerintah federal untuk segera meloloskan undang-undang anti-rasisme. Nantinya, undang-undang itu berguna untuk mengumpulkan informasi spesifik tentang pelaku, lokasi kejadian dan keadaan di mana tindakan itu terjadi.
Statistics Canada mencatat migrasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi paling penting bagi Ottawa. Mereka menjelaskan bahwa pekerja imigran menyumbang 84 persen pertumbuhan angkatan kerja pada tahun 2010-an.
Sepanjang tahun 2021, mereka mencatatkan rekor 401.000 penduduk tetap. Ottawa bahkan menargetkan penambahan pendatang baru hingga 432.000 penduduk pada tahun 2022.
Meski demikian, beberapa insiden yang melibatkan warga Asia telah membuat sejumlah pendatang ragu untuk tinggal di Kanada. Manan Doshi misalnya. Keluarga Donshi di India meminta putranya untuk kembali ke India. Donshi mengalami beberapa insiden di Stasiun bawah tanah Toronto yang membuatnya takut.
Direktur Eksekutif Yayasan Hubungan Ras Kanada, Mohammed Hashim, telah merekomendasikan pemerintah federal untuk menginvestasikan 15 juta dolar untuk membantu korban kejahatan rasial.
“Ini tidak dapat diterima karena kebencian selamanya dapat merusak kemampuan orang untuk berpartisipasi dalam masyarakat,” pungkas Hashim. [Mohamad Deny Irawan]




















