New Delhi, Gontornews — Anggota Parlemen dari Partai Baharatiya Janata (BJP) dari Uttar Pradesh, India, Suresh Tiwari, menyampaikan pernyataan kontroversial. Ia mengajak warga India untuk tidak membali sayuran dari Muslim di tengah penguncian wilayah akibat COVID-19 di India.
“Ingat satu hal. Saya memberi tahu semua orang secara terbuka. Anda tidak perlu membeli sayuran dari ‘Muslim’ Miyas,” kata Suresh Tiwari asal kota Deoria dalam sebuah video yang dilansir Anadolu.
Akibat COVID-19, India mengalami pemutusan hubungan kerja serta kelaparan menyusul diterapkannya kebijakan penguncian terhadap COVID-19. Sedangkan kelompok Muslim dan sejumlah toko kecil menjadi pihak yang mengalami dampak terparah akibat wabah ini.
Muslim di India menjadi sasaran di sejumlah wilayah menyusul terhelatnya perkumpulan Jama’ah Tabligh di New Delhi beberapa bulan lalu. Beberapa informasi palsu mengutarakan bahwa komunitas muslim itu bertanggungjawab terhadap penyebaran COVID-19 di India.
“COVID-19 tidak mengenal ras, agama, warna kulit, kasta, akidah, bahasa atau perbatasan. Respon dan perilaku kita seharusnya adalah untuk mengutamakan persatuan dan persaudaraan. Kita bersama dalam hal ini,” kata Perdana Menteri India, Narendra Modi, pekan lalu.
Sementara itu, Juru bicara Partai Samajwadi, Anurag Bhadoriya mengatakan pihak berwenang harus memperkarakan Tiwari karena dinilai telah menyampaikan ujaran kebencian.
“Pada masa krisis seperti ini, ia sibuk menyebarkan kebencian terhadap komunitas tertentu. Ia menunjukkan betapa ia peduli dengan kemanusiaan,” kata Bhadoriya.
Sedangkan Juru bicara BPJ Uttar Pradesh, Rakesh Tripathi, mendesak semua orang untuk berhati-hati dalam berbicara mengenai hal-hal tersebut. “Seseorang bersalah andai berbicara seperti itu (terutama) saat kita berjuang bersama melawan pandemi.”
“Ini tentu tidak baik untuk masyarakat,” pungkas Tripathi. [Mohamad Deny Irawan]





















