Tokyo, Gontornews — Fumio Kishida terpilih sebagai perdana menteri (PM) Jepang dalam pemungutan suara parlemen pada 4 Oktober dan akan ditugaskan dengan cepat mengatasi pandemi dan tantangan domestik dan global lainnya serta memimpin pemilihan nasional dalam beberapa pekan.
Hurriyetdailynews.com merilis, dengan partai dan mitra koalisinya memegang mayoritas di kedua majelis, Kishida menang dengan selisih yang mencolok melawan Yukio Edano, ketua oposisi terbesar Partai Demokrat Konstitusional Jepang. Kishida dan Kabinet barunya akan segera dilantik pada upacara di istana.
Dia menggantikan Yoshihide Suga, yang mengundurkan diri setelah hanya satu tahun menjabat karena dukungannya merosot akibat salah penanganan pandemi oleh pemerintahnya dan desakan untuk mengadakan Olimpiade Tokyo saat virus menyebar.
Kishida (64), mantan Menteri Luar Negeri, akan menggantikan semua menteri kecuali dua dari 20 jabatan Kabinet di bawah Suga dan 13 orang diangkat ke jabatan menteri untuk pertama kalinya, media Jepang melaporkan. Sebagian besar dipillih dari faksi kuat yang memilih Kishida dalam pemilihan partai.
Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi dan Menteri Pertahanan Nobuo Kishi akan dipertahankan, memastikan kesinambungan diplomasi dan kebijakan keamanan Jepang karena negara tersebut berusaha untuk bekerjasama dengan Washington di bawah pakta keamanan bilateral dalam menghadapi kebangkitan Cina dan meningkatnya ketegangan di kawasan itu, termasuk sekitar Taiwan.
Kishida mendukung hubungan dan kemitraan keamanan Jepang-AS yang lebih kuat dengan negara-negara demokrasi lain yang berpikiran sama di Asia, Eropa dan Inggris, sebagian untuk melawan Cina dan Korea Utara yang bersenjata nuklir.
Kishida akan membuat pos Kabinet baru yang bertujuan menangani dimensi ekonomi keamanan nasional Jepang, menunjuk Takayuki Kobayashi yang berusia 46 tahun, yang relatif baru di parlemen.
Jepang menghadapi ancaman nuklir dan rudal yang meningkat dari Korea Utara, yang bulan lalu melakukan uji coba rudal balistik yang mampu mengenai sasaran di Jepang. Kishida juga menghadapi hubungan yang memburuk dengan sesama sekutu AS, Korea Selatan, karena masalah sejarah bahkan setelah ia mencapai kesepakatan tahun 2015 dengan Seoul untuk menyelesaikan pertikaian atas masalah wanita yang dilecehkan secara seksual oleh militer Jepang selama Perang Dunia II.
Tugas mendesak di dalam negeri yaitu membalikkan popularitas partainya yang merosot, terluka oleh sikap Suga yang dianggap terlalu berlebihan dalam pandemi dan masalah lainnya. Kishida diperkirakan akan membuat pidato kebijakan akhir pekan ini sebelum membubarkan majelis rendah Parlemen menjelang pemilihan umum yang diharapkan pada pertengahan November.
Dia juga harus memastikan sistem perawatan kesehatan Jepang, kampanye vaksinasi, dan langkah-langkah virus lainnya, sambil secara bertahap menormalkan aktivitas sosial dan ekonomi.
Kishida mengatakan pekan lalu bahwa prioritas utamanya ialah ekonomi. “Kapitalisme baru” Kishida sebagian besar merupakan kelanjutan dari kebijakan ekonomi Abe. Dia bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan siklus pertumbuhan dan distribusi.
Kishida pertama kali terpilih menjadi anggota Parlemen pada tahun 1993 mewakili Hiroshima dan merupakan advokat untuk perlucutan senjata nuklir. Dia mengantar mantan Presiden Barack Obama selama kunjungannya tahun 2016 ke kota itu, bersama dengan Nagasaki, yang dihancurkan dalam pemboman atom AS pada hari-hari akhir Perang Dunia II.[]






















