Dublin, Gontornews — Pasca normalisasi hubungan Bahrain-Israel, Persatuan Cendikiawan Muslim Internasional atau IUMS (International Union for Muslim Scholars) mengeluarkan pernyataan sikap. Tidak kurang dari 25 organisasi Ulama se Dunia yang ijut serta menandatangani pernyataan tersebut.
Dikutip dari situs resminya https://www.iumsonline.org/en/ Persatuan Ulama Internasional tersebut mengeluarkan setidaknya tujuh pernyataan sikap. Diantaranya menegaskan bahwa perdamaian Palestina adalah hal yang harus diperjuangkan dan kedudukan Israel selamanya adalah musuh bagi Muslim.
Selain itu, normalisasi yang dilakukan Kerajaan Bahrain dianggap sebagai bentuk pengkhianatan Allah Subhanahu wa Ta’ala, RasulNya, serta penghianatan terhadap Kaum Muslimin dan Rakyat Palestina khususnya. Keputusan normalisasi juga telah mengabaikan pengorbanan para syuhada yang telah gugur melawan kedzoliman Yahudi.
“Normalisasi pengkhianat telah sampai kepada para penguasa Kerajaan Bahrain, yang telah diumumkan langsung oleh Presiden AS bahwa mereka telah mencapai kesepakatan normalisasi dan pembentukan hubungan penuh dengan Zionis,” tulis pernyataan tersebut.
Pernyataan yang dikeluarkan pada tanggal 25 Muharram 1442 H kemarin, mengutip beberapa ayat Suci Al Quran, diantaranya Surat Al Maidah ayat 52 yang artinya, “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”.
Pada point kedua dalam pernyataan itu, dijelaskan jika ada kekeliruan dan kebohongan yang disampaikan Kerajaan Bahrain soal perjanjian normalisasi berbahaya tersebut, yang menganggap bahwa ada manfaat bagi perjuangan Rakyat Palestina.
“Kebenarannya adalah bahwa rakyat Palestina, adalah pihak yang menderita secara langsung oleh kekejaman Yahudi, semua pihak dan otoritas serta fraksi yang ada menganggap bahwa ini adalah tikaman berbahaya bagi Rakyat Palestina,” jelasnya lagi.
Dalam point lainnya, Para Ulama Internasional itu juga mengajak para cendikiawan, muslim di belahan bumi lainnya untuk menolak normalisasi hubungan dengan Israel. Serta memberikan dukungan penuh kepada Masyarakat, Ulama di Bahrain yang menjadi bagian terdepan dalam penolakan normalisasi tersebut.
Pembebasan Palestina pasti akan datang, dan pagi adalah pagi kemenangan, pembebasan, pemberdayaan, kembalinya pengungsi, aib rezim, dan eksposur orang-orang munafik segera terbuka. Bukankah pagi sudah dekat ?!
Penandatangan pernyataan:
1. Himpunan Ulama Ahlus Sunnah
2. Asosiasi Sarjana Maghreb.
3. Asosiasi Sarjana Palestina di Luar Negeri
4. Persatuan Sarjana dan Sekolah Islam, Turki
5. Komunitas Islam di Senegal
6. Masyarakat Persatuan Islam
7. Persatuan Sarjana Internasional Turki UMAD.
8. Masyarakat Renaissance Yaman
9. Asosiasi Sarjana Malaysia
10. Dar Al Ifta Libya
11. Asosiasi Bimbingan Komunitas Somalia
12. Asosiasi Imam, Pengkhotbah dan Pengkhotbah Irak.
13. Himpunan Cendekiawan Muslim.
14. Himpunan Ulama Ahlus Sunnah Turki.
15. Asosiasi Cendekiawan Palestina – Jalur Gaza.
16. Asosiasi Sarjana dan Advokat Asia Tenggara
17. Dewan Ulama Asma. Malaysia
18. Akademi Ilmiah – Afghanistan
19. Pusat Pelatihan Sarjana – MoritAnya
20. Forum pendukung Palestina.
21. Forum Cendekiawan Palestina – Gaza.
22. Forum Islam untuk Pembangunan dan Pendidikan – Senegal
23. Organisasi Kebangkitan Pemuda Chad.
24. Komite permanen untuk mendukung Yerusalem dan Palestina.
25. Dewan Sarjana Ikram. Malaysia
26. Asosiasi Cendekiawan Libya
27. Majelis Ulama Indonesia
28. Asosiasi Cendekiawan Muslim di Lebanon. [Devi]





















