Gaza City, Gontornews — Sedikitnya dua warga Palestina di Jalur Gaza tewas oleh pasukan Israel saat unjukrasa keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Demikian menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (22/12), dua orang Palestina terbunuh dan lebih dari 70 lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Gaza utara di dekat perbatasan dengan Israel.
Mengutip media setempat, Aljazeera menulis, Zakariya al-Kafarneh (24 tahun) tewas oleh amunisi langsung saat mengambil bagian dalam demonstrasi tersebut.
Satu lagi korban tewas belum diketahui namanya.
Kantor berita Maan mengatakan, tentara Israel menggunakan peluru tajam, gas air mata dan granat setrum menghadapi para pemrotes.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, sedikitnya 103 warga Palestina telah dibawa ke rumah sakit di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki pada hari Jumat untuk perawatan karena luka-luka akibat protes.
Pekan lalu, tentara Israel membunuh Ibrahim Abu Thurayyah, penyandang cacat ganda, saat dia melakukan demonstrasi di wilayah yang terkepung itu.
Sedikitnya delapan warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel selama demonstrasi menentang keputusan Trump soal Yerusalem.
Sedikitnya empat orang juga telah terbunuh oleh serangan udara Israel di Gaza sejak awal Desember. [Rusdiono Mukri]





















