Riyadh, Gontornews — Arab Saudi mengatakan telah mencegat sebuah rudal dari negara tetangga, Yaman, yang ditembakkan ke ibukota negara itu, Riyadh.
Jurubicara Houthi, Mohammed Abdul Salam, mengatakan Houthi telah meluncurkan rudal balistik yang menargetkan istana kerajaan al-Yamama di Riyadh pada hari Selasa (19/12).
Itu merupakan serangan rudal balistik ketiga oleh Syiah Houthi sejak awal November.
Pada tanggal 4 November, sebuah rudal diluncurkan menuju sebuah daerah di dekat Bandara Internasional Khalid Riyadh, yang membuat Saudi menyalahkan Iran.
Rudal lain kemungkinan menargetkan Kota Khamis sebelum dicegat pada 1 Desember.
Dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera pada bulan November, Mohammed Abdul Salam, jurubicara pemberontak Houthi, mengancam akan meningkatkan operasi di perbatasan Yaman dan Saudi dan menargetkan jauh di dalam kerajaan.
“Saudi yang memulai perang. Respons kami akan terus berlanjut dan meningkat, apakah itu menargetkan jauh di dalam Arab Saudi, menargetkan posisi militer di mana jet-jet Saudi terbang, atau pangkalan militer di wilayah Yaman,” kata Abdul Salam.
Puluhan rudal yang lebih kecil telah dilepas dari Yaman ke Arab Saudi selama lebih dari dua tahun perang di Yaman. Sementara Arab Saudi, yang didukung oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain, telah meluncurkan ribuan serangan udara terhadap sasaran Houthi.
Saudi menuduh Iran mempersenjatai Houthi. Koalisi pimpinan Saudi telah menutup rute udara, darat dan laut dari dan ke Yaman.
Perang di Yaman adalah salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menewaskan sedikitnya 10.000 orang dan menyebabkan kelaparan dan penyakit yang meluas.
Pekan lalu, Arab Saudi mengizinkan bantuan kemanusiaan memasuki negara tersebut untuk pertama kalinya dalam tiga minggu.
[Rusdiono Mukri]





















