London, Gontornews — Sebuah laporan gabungan PBB, Senin (12/7/2021), mengatakan bahwa angka kelaparan dan kekurangan gizi dunia memburuk akibat pandemi Covid-19. Dalam catatan WFP, angka kelaparan dan kekurangan gizi mencapai 768 juta orang pada tahun 2020 atau naik 10 persen dari angka serupa pada tahun 2019.
Laporan gabungan beberapa unit PBB seperti Food Agriculture Organization (FAO), World Food Programme (WFP) dan World Health Organization (WHO) tersebut merilis angka kerawanan pangan dan kekurangan gizi selama pandemi.
βSayangnya, pandemi terus mengekspos kelemahan dalam sistem pangan kita yang juga menganncam kehidupan dan mata pencaharian (warga). Tidak ada wilayah dunia yang selamat (dari situasi pandemi),β kata pernyataan bersama tiga badan PBB tersebut.
Ketiga badan tersebut juga memprediksi situasi serupa terjadi pada tahun 2021. Mereka pun memperkirakan jika target nol kelaparan pada tahun 2030 akan meleset dengan selisih hampir 660 juta orang. Angka ini 30 juta lebih tinggi dari pada skenario tanpa pandemi.
βKetakutan terburuk kami menjadi kenyataan. Membalikkan angka kelaparan kronis yang begitu tinggi akan memakan waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun,β ucap Kepala Ekonomi WFP Arif Husain, sebagaimana dilansir Channel News Asia dari Reuters.
Meski demikian, Arif optimis bahwa laporan tersebut terbit sesaat sebelum beberapa pertemuan tingkat tinggi terlaksana tahun ini. Pada tahun ini, kata Arif, sejumlah pertemuan tinggak tinggi akan dihelat seperti KTT Sistem Pangan PBB dan KTT Nutrisi untuk pertumbuhan. Ia pun menyadari bahwa tantangan penanggulangan permasalahan rawan pangan dan kekurangan gizi semakin menantang seiring pandemi yang tak kunjung usai.
Mereka mencatat, sepanjang tahun 2020, 2,37 miliar warga di dunia tidak dapat mengakses pangan yang cukup. Kenaikan ini setara dengan gabungan laporan lima tahun sebelumnya.
Dari 768 juta orang yang kelaparan dan kekurangan gizi, 418 juta berada di benua Asia, 282 juta di Afrika dan 60 juta di Amerika Latin dan Perairan Karibia. Afrika, sambung laporan tesebut, berkontribusi atas 21 persen total angka kekurangan gizi global.
βPada dunia yang berlimpah seperti saat ini, kami tidak memiliki alasan bagi miliaran orang yang mengalami kekurangan akses ke makanan sehat. Inilah sebabnya, saya mengadakan KTT Sistem Pangan Global pada September ini,β ungkap Sekjen PBB, Antonio Guterres.
βPerubahan dalam sistem pangan akan membuat dunia menjadi lebih aman, lebih adil dan berkelanjutan. Ini adalah salah satu investasi paling cerdas dan penting yang dapat kita lakukan,β tutup Guterres. [Mohamad deny Irawan]






















