New York, Gontornews — Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE) telah memperingatkan Israel untuk tidak mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki.
Utusan khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, Kamis (23/4), mengatakan tindakan seperti itu akan menjadi “pukulan telak” terhadap solusi dua negara yang didukung internasional untuk konflik Israel-Palestina. Uni Eropa mengatakan, mencaplok wilayah Palestina “akan merupakan pelanggaran serius hukum internasional”.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan saingan utamanya Benny Gantz menandatangani perjanjian koalisi yang mencakup klausul untuk memajukan rencana pencaplokan bagian-bagian Tepi Barat, termasuk permukiman Israel, mulai 1 Juli.
Dilansir dari PBB, James Bays dari Aljazeera mengatakan pembentukan pemerintah di Israel telah menjadikan masalah pencaplokan menjadi fokus.
“Pemerintah koalisi baru di Israel membuat kemungkinan pencaplokan bagian-bagian Tepi Barat jauh lebih mungkin. Itu berarti bahwa daerah-daerah yang saat ini oleh hukum internasional dinilai sebagai “diduduki”, akan dimasukkan di bawah kedaulatan Israel. Setidaknya itulah yang akan dilakukan Israel,” katanya.
Dalam sebuah video briefing dengan Dewan Keamanan PBB, Mladenov memperingatkan bahwa “aneksasi bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki oleh Israel menjadi ancaman yang semakin meningkat” dan ini berbahaya.
Menurutnya, langkah seperti itu melanggar hukum internasional.
Utusan itu mengatakan, pencaplokan juga “merupakan pukulan telak bagi solusi dua negara, menutup pintu bagi pembaruan negosiasi, dan mengancam upaya untuk memajukan perdamaian regional.”
Secara terpisah pada hari Kamis, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan Uni Eropa tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah Palestina dan bahwa ia akan “terus memantau dengan cermat situasi dan implikasinya yang lebih luas.” []
![Perjanjian pemerintah koalisi Israel mencakup klausul untuk memajukan rencana pencaplokan bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, termasuk permukiman Israel [Ahmad Gharabli / AFP]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/04/israel-1.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)





















