Jenewa, Gontornews — Presiden Sidang Umum PBB, Volkan Bozkir, Jum’at (29/1/2021), mendorong negara-negara untuk bekerjasama mengatasi krisis pandemi global. Bozkir menjelaskan bahwa PBB memprioritaskan partisipasi publik dari semua kelompok sangat penting untuk perdamaian dan pembangunan.
“Kita harus bekerjasama untuk mengatasi pandemi yang menghancurkan ini dan dampaknya menyediakan vaksin untuk semua,” kata Bozkir pada pembukaan International Year of Peace and Trust (IYPT).
“Saya mendesak anda semua dengan semangat IYPT untuk mengesampingkan perbedaan,” imbuhnya sebagaimana dilansir Anadolu.
Adalah Pemerintah Turkmenistan menyebut bahwa ide IYPT adalah hasil dari analisis situasi internal mereka. Menteri Luar Negeri Turkmenistan, Rashid Meredov, menjelaskan bahwa penamaan tahun tersebut menekankan inisiatif sebagai alat untuk meningkatkan saling pengertian antar negara serta inisiatif untuk memulihkan kepercayaan internasional.
Meredov juga meminta PBB untuk terus melakukan yang terbaik dalam memperkuat hukum internasional, pelucutan senjata, memerangi terorisme, diplomasi pencegahan dan keamanan pangan.
Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, yang berbicara atas nama Gerakan Non Blok, mengatakan pihaknya ingin PBB mempromosikan dan mempertahankan perdamaian internasional. Baginya, masalah utama komunitas 120 negara berkembang, secara historis, adalah untuk konsisten menentang peperangan dan mendukung perdamaian.
“Mengingat tantangan masyarakat internasional saat ini perlu ditangani secara tegas oleh semua negara melalui multilateralisme,” ucap Bayramov.
Dalam rapat pleno ke-106 pada 12 September 2019, Sidang umum menyetujui resolusi yang menyatakan 2021 sebagai Tahun Perdamaian dan Kepercayaan Internasional. [Mohamad Deny Irawan]





















