Maungdaw, Gontornews – Perwakilan Inggris untuk PBB, Karen Pierce meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan memberikan bantuan dalam mengumpulkan bukti-bukti kejahatan yang terjadi saat militer Myanmar melakukan tindakan kekerasan kepada minoritas muslim Rohingya.
Upaya ini merupakan respon seiring dengan kecaman yang hadir dari publik internasional tentang upaya genosida yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya.
“Apa yang perlu kami lakukan saat ini adalah melakukan hal terbaik untuk mengubah sesuatu yang bersifat operasional sehingga bukti yang terkumpul dapat diserahkan segera kepada pihak berwenang di Burma atau semacam mekanisme interansional lainnya,” kata Pierce, sebagaimana dilansir Reuters, saat melakukan kunjungan empat hari ke Bangladesh dan Myanmar, Selasa (1/5).
“Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut yaitu dengan menjadikan (bukti kekerasan) sebagai salah satu rujukan bagi Pengadilan Pidana Internasional dan yang kedua adalah dengan meminta Burma melakukan melakukan tindakan secara mandiri,” tambah Pierce di hadapan para wartawan sambil menjelaskan bahwa penyelidikan membutuhkan standar pembuktian secara akuntabel.
Di sisi lain, Pemerintah Myanmar enggan menanggapi permintaan Pierce. Pemimpind de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berjanji akan melakukan penyeledikan lebih lanjut jika bukti-bukti yang ditemukan kredibel. Senada dengan Suu Kyi, Kepala militer Myanmar, Min Aung Hlaing mengatakan bahwa akan menindak keras tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh anggotanya jika ditemukan bukti-bukti yang kuat.
Sebelumnya, sejumlah pengungsi Rohignya di Bangladesh melaporkan tindakan kekerasan seperti pembunuhan, pemerkosaaan dan pembakaran kepada utusan PBB yang melakukan kunjungan ke Rakhine.
Para pengungsi menejlaskan bahwa penyerangan yang dilakukan geriliyawan Rohingya di pos-pos keamanan di Rakhine merupakan serangan balasan dari operasi militer Myanmar yang diklaim sah oleh pemerintah setempat.
Sementara itu,pemusnahan desa-desa di Rakhine juga tidak luput dari pengamatan PBB. Menurut data dari Program operasional aplikasi satelit (UNOSAT) telah menunjukkan gambar pemusnahan sebagian besar desa-desa di Rakhine. [Mohamad Deny Irawan]





















