Paris, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Jumat (9/8/2021), memperingatkan dunia akan bahaya bahan bakar fosil bagi bumi. Guterres merujuk pada laporan kesepakatan The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) bahwa bahan bakar fosil semisal batubara, minyak, gas bagaikan lonceng kematian bagi masa depan bumi.
“Laporan ini harus membunyikan lonceng kematian untuk batu bara dan bahan bakar fosil sebelum mereka menghancurkan planet kita,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.
“Negara-negara juga harus mengakhiri semua eksplorasi dan produksi bahan bakar fosil yang baru serta mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke energi terbarukan,” imbuhnya.
Dalam laporannya, IPCC memproyeksikan bawa suhu rata-rata bumi akan mencapai 1,5 atau 1,6 derajat Celcius sekitar tahun 2030 mendatang. Karenanya, Guterres mendesak upaya untuk mendekarbonasi sektor energi.
“Lonceng alarm memekakkan telinga dan buktinya yang tak terbantahkan: emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan telah menempatkan miliaran orang berada dalam risiko langsung (perubahan iklim),” ucap Guterres.
Seorang diplomat asal Portugal mengatakan menjaga target suhu 1,5 derajat Celcius berarti tidak ada pembangkit batu bara baru yang dibangun. Pun dengan semua energi pembakaran harus berasal dari sumber daya yang terbaharukan hingga tahun 2040.
IPCC menjelaskan bahwa tingkat atmosfer CO2 berada dalam titik tertinggi dalam dua juta tahun terakhir. Angka ini juga menunjukkan tingginya tingkat gas metana dan gas nitrooksida sejak 800.000 tahun yang lalu.
Guterres pun meminta para pemimpin dunia untuk memastikan KTT iklim COP26 pada bulan November fokus pada pengurangan emisi dan pembiayaan. “Jika kita menggabungkan kekuatan sekarang, kita dapat mencegah bencana iklim. Tapi, seperti yang dijelaskan oleh laporan hari ini, tidak ada waktu untuk menunda dan tidak ada ruang untuk beralasan,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]


















