New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan, Yaman yang dilanda perang sekarang dalam bahaya kelaparan terburuk yang pernah terjadi di dunia selama beberapa dekade.
Peringatan Guterres muncul ketika Amerika Serikat mengancam akan memasukkan milisi Houthi sekutu Iran di Yaman sebagai bagian dari kampanye menekan Teheran. Para relawan kemanusiaan khawatir, langkah seperti itu akan mencegah bantuan penyelamat hidup mencapai negara itu.
“Saya mendesak semua pihak yang berpengaruh untuk segera bertindak atas masalah ini untuk mencegah bencana, dan saya juga meminta semua orang menghindari tindakan apa pun yang dapat membuat situasi yang sudah mengerikan menjadi lebih buruk,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan, Jumat (20/11), dikutip Arabnews.com.
Koalisi Arab melakukan intervensi di Yaman pada 2015, mendukung pasukan pemerintah yang memerangi Houthi. Pejabat PBB berusaha menghidupkan kembali pembicaraan damai untuk mengakhiri perang karena penderitaan Yaman juga diperburuk oleh jatuhnya ekonomi dan mata uang serta pandemi COVID-19.
“Jika tidak ada tindakan segera, jutaan nyawa mungkin hilang,” kata Guterres.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 80 persen orang membutuhkan bantuan.
Kepala bantuan PBB Mark Lowcock mengatakan, PBB telah menerima kurang dari setengah dari apa yang dibutuhkan tahun ini – sekitar $1,5 miliar – untuk operasi kemanusiaannya di Yaman. Tahun lalu menerima $3 miliar.
Kantor Hak Asasi Manusia di Sana’a mengatakan milisi Houthi melakukan lebih dari 24.000 pelanggaran terhadap anak-anak, termasuk pembunuhan, penculikan dan perekrutan, Al Arabiya melaporkan.
“Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk melindungi anak-anak Yaman dari pelanggaran Houthi,” kata kantor itu.
Sementara itu, Duta Besar Saudi untuk Yaman Mohammed bin Saeed Al-Jaber mengatakan Kerajaan Saudi akan membuka kembali kedutaannya setelah ditutup karena pandemi virus corona.
Duta besar mengatakan dalam sebuah tweet bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari inisiatif Kerajaan untuk mendukung rakyat Yaman di semua wilayah memperoleh peluang kerja.
Al-Jaber juga mengatakan, dari pertengahan 2018 hingga pandemi COVID-19, kedutaan mengeluarkan lebih dari 135.000 visa kerja, yang telah membantu rakyat Yaman memperoleh pekerjaan dan mengirimkan penghasilannya ke Yaman untuk keluarga mereka. []






















