Mosul, Gontornews — ISIS bisa saja menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia. Atau membunuhnya daripada membiarkan mereka dibebaskan ketika pasukan elit Irak menyerang untuk merebut kembali Mosul. Demikian menurut kepala hak asasi manusia PBB.
Zeid Ra’ad al-Hussein mengatakan, kantornya menerima laporan bahwa warga sipil ditahan dekat dengan posisi tempur ISIS di Mosul, mungkin sebagai penghalang gerak maju pasukan Irak.
“Ada bahaya, para pejuang ISIS tidak hanya akan menggunakan perisai manusia, tapi mereka dapat memilih membunuhnya daripada melihat mereka dibebaskan,” kata Zeid dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (22/10) dinihari.
Zeid mengatakan kantornya menerima laporan bahwa para pejuang ISIS telah memaksa sekitar 200 keluarga untuk berjalan kaki dari desa terdekat Samalia ke Mosul pekan lalu. Yang lain, sekitar 350 keluarga dipaksa ke Mosul dari Najafia.
Pasukan Irak elit telah mendekati Mosul, benteng terakhir ISIS di Irak. [Rusdiono Mukri]





















