New York, Gontornews — Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (DK PBB) sedang mempertimbangkan resolusi yang meminta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, untuk membuat proposal kegiatan yang memungkinkan PBB memantau gencatan senjata di Yaman di pelabuhan Hodeidah.
Reuters melansir jika draf resolusi tersebut juga menjelaskan dukungan PBB terhadap langkah perdamaian di Yaman. DK PBB berharap Guterres dapat menyampaikan perkembangan langkah perdamaian di Yaman seperti opsi gencatan senjata antara Pemerintah Yaman dan militan Houthi tidak saja di Pelabuhan utama Hodeidah tapi juga pelabuah lain seperti di Saif dan Ras Issa.
Tidak hanya itu, melalui draf yang diajukan oleh pemerintah Inggris itu, PBB juga ingin mengetahui bagaimana cara mereka mengelola Yaman Read Sea Ports Corporation dalam pengelolaan serta inspeksi di pelabuhan Hodeidah, Salif dan Ras Issa. PBB bertekad untuk memperkuat kehadirannya di Yaman.
Sementara itu, juru runding PBB untuk perundingan damai Yaman-Houthi, Martin Griffiths mengatakan bahwa pemantauan langkah perdamaian di Yaman memerlukan sosok yang kuat untuk menjaga kesepakatan di atara dua kubu yang bertikai. Rencananya, Grifftihs mengajukan naman mantan Mayor Jenderal di Belanda, Patrick Cammaert, sebagai ketua tim pemantau.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengamini hal tersebut sembari mengatakan bahwa kepemimpina Cammaert berada di bawah otoritas Griffiths. Saat ini, tim pemantau yang dipimpin oelh Cammaert telah mempersiapkan rincian logistik dan proyeksi keamanan yang dipersiapkan di pelabuhan Hodeidah.
“Ini akan menjadi bagian dari mandat yang dimilik oleh Mr Griffths. Ini bukan misi penjaga perdamaian. Jadi mereka tidak akan dipersenjatai,” ungkap Dujarric.
“Kami berharap dukungan dari DK PBB,” tambah Dujarric.
Akibat perang di Yaman, jutaan warga Yaman terancam kelaparan. Hal ini terjadi menyusul ditutupnya pelabuhan Hodeidah, sebagai pelabuhan utama impor-ekspor di Yaman, oleh kelompok Houthi. Dunia internasional pun menyerukan agar perang di Yaman segera usai agar bencana kelaparan tidak semakin parah. [Mohamad Deny Irawan]




















