Sana’a, Gontornews — Perang Yaman telah meningkat secara dramatis sejak Maret 2015, yaitu ketika pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi militer melawan pemberontak Syiah Houthi.
Sejak pertempuran dimulai, lebih dari 10 ribu orang tewas, dan jutaan lainnya terusir dari rumah mereka.
Kepala kemanusiaan PBB Stephen O’Brien, dalam sebuah briefing di Dewan Keamanan PBB pekan lalu, menggambarkan perang antara pemerintah Yaman yang didukung Saudi dengan Houthi sebagai “malapetaka yang dapat dihindari, sepenuhnya buatan manusia”. Karena itu perang ini sebenarnya dapat segera diakhiri.
Sekarang, jumlah serangan udara per bulan tiga kali lebih tinggi dari tahun lalu, dan bentrokan bersenjata naik 50 persen, katanya.
Akibat konflik ini, Yaman juga menghadapi krisis kesehatan. Hampir 2.000 orang meninggal karena kolera sejak April, lebih dari setengah juta orang terinfeksi, dan 600 ribu lainnya diperkirakan akan terjangkit infeksi tahun ini.[Rusdiono Mukri]






















