New York, Gontornews — PBB menuduh aliansi militer Arab Saudi – Uni Emirat Arab (UEA) melakukan kejahatan perang di Yaman.
Seperti dirilis Aljazeera, PBB mengatakan, ada “sedikit bukti dari setiap upaya … untuk meminimalkan jumlah korban sipil.”
Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Selasa (28/8), PBB mengatakan serangan udara telah menyebabkan korban sipil paling langsung dalam perang.
Sementara itu, blokade terhadap pelabuhan dan wilayah udara Yaman telah melanggar hukum internasional.
Namun, aliansi yang telah berperang dengan pemberontak Houthi sejak Maret 2015, telah berulang kali membantah tuduhan itu. Mereka mengklaim, serangannya tidak ditujukan pada warga sipil.
Tapi, data yang dikumpulkan oleh Aljazeera dan Proyek Data Yaman, menyebutkan hampir sepertiga dari 16.000 serangan udara yang dilakukan di negara itu menyasar tempat-tempat non-militer.
Serangan itu telah menargetkan pernikahan dan rumah sakit, serta air dan pembangkit listrik, serta membunuh dan melukai ribuan lainnya.
Badan amal Save the Children memperkirakan bahwa rata-rata 130 anak meninggal setiap hari karena kelaparan dan penyakit yang ditimbulkan oleh konflik.
Menurut PBB, setidaknya 10.000 orang telah tewas sejak awal konflik. Namun, analis mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan lebih banyak lagi. [Rusdiono Mukri]





















