Aden, Gontornews — Kedatangan tim pemantau PBB untuk pelaksanaan perundingan damai antara pemerintah Yaman pimpinan Presiden Abd Robbu Mansour Hadi dan militan diharapkan dapat membawa angin segar proses perdamaian di Yaman. Rombongan utusan PBB untuk perdamaian di Yaman, pensiunan Mayor Jenderal asal Belanda, Patrick Cammaert, tiba di pelabuhan Hodeidah, Ahad (23/12).
Dalam perundingan tahap pertama di Swedia, baik Pemerintah Yaman maupun militan Houthi bersepakat untuk melakukan gencatan senjata di pelabuhan Hodeidah. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi bencana kelaparan yang melanda jutaan warga Yaman akbat perang yang telah berlangsung selama hampir 4 tahun tersebut.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa kedatangan Jenderal Cammaert dalam rangka penyelenggaraan kesepakatan damai di Swedia.
“Kedatangan Jenderal Cammaert (di Pelabuhan Hodeidah) didorong oleh antusiasme dari kedua belah pihak untuk segera melaksanakan kesepakatan yang dihasilkan. Salah satu prioritas yang dalam beberapa hari mendatang adalah menyelenggarakan pertemuan bersama tim Koordinasi penempatan kembali pada 26 Desember 2018 mendatang,” ungkap Dujarric sebagaimana dilansir Reuters.
Lebih lanjut, Dujarric juga menyampaikan bahwa tim Cammaert datang ke Yaman tanpa dibekali seragam ataupun senjata. Meski demikian, mereka akan mengawasi gencatan senjata serta penarikan pasukan dari kedua kubu yang bertikai dari kota Hodeidah dan tiga pelabuhan utama di Yaman lainnya yakni Hodeidah, Salif, dan Ras Issa. [Mohamad Deny Irawan]





















