Depok, Gontornews — Dinamika Kehidupan di pesantren harus bergerak dan menggerakkan. Dinamis tidak statis, semuanya harus bergerak, melakukan, dan inisiatif dalam segala hal. Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka termasuk orang-orang yang beruntung. Itulah yang dilakukan Pesantren Modern Primago Depok dengan pelantikan kepengurusan Organisasi Pelajar Pesantren Modern (OPPM) Primago.
Pelantikan kepengurusan OPPM di Pesantren Modern Primago ini merupakan yang pertama, dan ini menjadi bagian dari proses pendidikan sebagaimana falsafah yang sering kita dengar: “Siap dipimpin dan siap memimpin.”
Ini bagian dari sebuah proses kaderisasi, penugasaan, pendidikan dan pengajaran. Para santri dan santriwati sedang disiapkan untuk bisa menjadi kader-kader, sehingga nanti ketika sudah menjadi santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor bisa menjadi penggerak (muharrik), baik di asrama, kelas, angkatan, klub, maupun firqah -firqah yang ada di pondok.
“Organisasi Pelajar Pesantren Modern atau disingkat OPPM adalah latihan organisasi santri dan santriwati Pesantren Modern Primago, sebagai sarana pendidikan dan penugasan para santri dan santriwati,” ujar Pimpinan Pesantren Modern Primago, Ustadz Awaluddin Faj, M.Pd.I dalam sambutannya pada acara pelantikan OPPM.
Menurut alumnus Gontor itu, OPPM ini ibarat jantung pada tubuh manusia, apabila jantung seseorang berhenti memompa darah, tidak berfungsi atau jantung itu sakit, maka saat itulah manusia akan lumpuh. Sakit jantung juga bisa mengakibatkan kematian pada diri seseorang. Begitu juga halnya dengan OPPM, apabila OPPM itu berhenti bergerak, berhenti dalam tanggung jawab, berhenti belajar dan mendisiplikan santri dan santriwati, maka saat itulah disiplin dan seluruh kegiatan serta dinamika santri dan santriwati akan berhenti.
Selain itu, Ustadz Awal juga mengingatkan kepada seluruh pengurus OPPM, agar berfikir dan bertindak secara sistematis dan tidak asal-asalan. Harus banyak berkonsultasi kepada pembimbing.
Menurutnya, ada dua hal yang terpenting dalam pondok ini, yaitu bahwa pengurus OPPM harus memiliki kemauan dan kemampuan. Apabila dua hal tersebut sudah terpenuhi, maka akan menghasilkan hal-hal yang baik.
Sementara itu Ustadz Abdullah Muhaimin sebagai pengasuhan kampus putra menuturkan bahwa pelatikan kepengurusan ini sebagai sarana pendidikan dan pengajaran di luar kelas. Para santri dituntut untuk belajar dan mendisiplikan diri dengan menjadi pengurus.
Pada tahun ini, Pesantren Modern Primago resmi melantik Pengurus OPPM baru periode 2022-2023. OPPM baru Putra diketuai oleh tiga santri sekaligus, yaitu: Abdullah Azzam Alauddin asal Depok, M Ihsan Fahrizi asal Tangerang, dan Aldin Ibnu Syafiq asal Jakarta Selatan. Sedangkan OPPM baru Putri diketuai oleh Siti Bulan Febriyanti asal dari Depok dan Wakilnya Raisya Nur Qisti asal Bogor.
Semoga kepengurusan ini bisa melatih, mendidik, membina para santri dan santriwati dengan segudang pengalaman dalam kepengurusan ini. Aamiin Allahumma Aamiin. []




















