Pada 2 Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masuk ke Indonesia, dan kini tepat 1 tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Saat ini masyarakat sudah memasuki tatanan kehidupan baru yang disebut New Normal. New Normal merupakan kehidupan masyarakat secara normal dengan tetap melakukan berbagai kegiatan namun dengan pola hidup yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Protokol kesehatan yang dimaksud yakni, rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, menjaga jarak dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Berdasarkan data tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 per tanggal 4 Maret 2021 sebanyak 1.361.098 orang, masyarakat yang sembuh sebanyak 1.176.356 orang serta masyarakat yang meninggal sebanyak 36.897 orang. Tingkat perkembangan kesembuhan pada pasien meningkat sebanyak 86,4%, dengan adanya penambahan pasien sembuh sebanyak 6.440 orang per hari. Program vaksinasi pun kini dicanangkan oleh pemerintah sepanjang tahun 2021 sebagai tindak pencegahan dan penanganan Covid-19 pada masa new normal.
Dunia pendidikan pun tak terlepas dari kondisi new normal, sehingga timbul pertanyan bagaimana proses pembelajaran dilakukan di masa new normal? Strategi pembelajaran seperti apa yang tepat diimplementasikan pada masa new normal? Jika kita melihat satu tahun ke belakang, pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 dilakukan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. PJJ diimplementasikan secara daring maupun luring, namun ada juga yang menerapkan sistem kombinasi yakni pembelajaran daring dan luring. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet sehingga guru dan siswa tidak perlu bertatap muka dalam proses pembelajaran. Sedangkan pembelajaran luring merupakan pembelajaran di luar jaringan yang tidak memanfaatkan akses internet. Semula pembelajaran dilakukan secara tatap muka namun kini menjadi tatap maya dengan memanfaatkan berbagai media teknologi seperti web conference maupun video conference secara daring. Selain dilakukan tatap maya dilakukan pula dengan pembelajaran luring secara mandiri. Siswa dituntut untuk mencari berbagai informasi melalui podcast, video, televisi, radio, maupun media cetak online.
Pada masa new normal, pembelajaran di sekolah pun memasuki pembelajaran new normal, yakni pembelajaran yang menerapkan sistem pembelajaran yang dapat memadukan pembelajaran daring maupun luring. Blended learning merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di masa new normal, dikarenakan tiga alasan utama yaitu pengembangan pedagogi, peningkatan akses dan fleksibilitas serta efektivitas biaya. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi pembelajaran di masa new normal yang membutuhkan inovasi dan kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran, siswa dapat dengan mudah dan fleksibel mengakses pembelajaran serta efektivitas pembiayaan pendidikan yang dibutuhkan.
Blended learning menerapkan pola pembelajaran campuran antara pembelajaran daring maupun secara luring dengan memanfaatkan berbagai multimedia baik secara sinkron (synchronous) maupun asinkron (asynchronous). Pembelajaran synchronous merupakan bentuk pembelajaran dengan interaksi langsung antarsiswa dan guru sekaligus menggunakan formulir online seperti konferensi dan obrolan online. Sedangkan asynchronous merupakan salah satu bentuk pembelajaran secara tidak langsung (tidak pada waktu yang bersamaan) dengan menggunakan pendekatan belajar mandiri. Blended learning memiliki karakteristik ruang belajar yakni, sinkron secara langsung, sinkron secara virtual, asinkron kolaboratif dan asinkron mandiri. Sinkron secara langsung menerapkan pembelajaran dengan tatap muka secara langsung dalam waktu yang sama; sinkron secara virtual menerapkan pembelajaran secara langsung namun dilakukan dengan tatap maya dalam waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda; asinkron kolaboratif merupakan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran secara bersama dengan orang lain di manapun dan kapanpun dengan menggunakan media diskusi seperti blog, chating room, whatsapp group; sedangkan asinkron mandiri menerapkan pemberlajaran secara mandiri di manapun dan kapanpun dengan menggunakan media video, TV, radio maupun podcast. Adapun pada masa pandemi ini, dari keempat ruang belajar, hanya sinkron secara langsung yang tidak bisa diimplementasikan sedangkan ketiga ruang belajar lainnya (sinkron virtual, asinkron mandiri dan asinkron kolaboratif) sudah menjadi kebutuhan bagi guru, siswa maupun orangtua di masa new normal ini.
Pembelajaran blended learning memiliki tiga tahapan yakni: (1) Seeking of information, pencarian informasi dari berbagai sumber informasi yang tersedia secara asynchronous mandiri berdasarkan pada relevansi, validitas, reliabilitas konten dan kejelasan akademis; (2) Acquisition of information menemukan, memahami, serta mengonfrontasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran kemudian menginterprestasikan informasi/pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia, sampai mereka mampu mengomunikasikan kembali dan menginterpretasikan ide-ide dan hasil interprestasinya secara asynchronous kolaboratif; (3) Synthesizing of knowledge , mengonstruksi/merekonstruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis, diskusi dan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh. Kembali dan menginterpretasikan ide-ide dan hasil interprestasinya secara synchronous virtual dan asynchronous mandiri.
Pembelajaran pada masa new normal akan berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan seperti biasanya. Pelaksanaan pembelajaran terkait dengan regulasi dan kurikulum yang disiapkan oleh pemerintah. Pemerintah pun perlu mengkaji kesiapan sekolah dan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan. Sekolah harus siap dengan manajemen dan infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Guru harus meningkatkan kompetensi dalam penguasaan teknologi dan media pembelajaran online lainnya yang inovatif dan kreatif.[]
*) Dosen Teknik Komputer, Sekolah Vokasi IPB
**) Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, IAI Sahid Bogor





















