Jakarta, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Ahad (13/03/2022), menyatakan kesiapannya untuk beralih dari pandemi Covid-19 ke endemi. Hal ini berpotensi terwujud seiring dengan tren kasus Covid-19 di Indonesia yang menunjukkan tren positif.
Meski demikian, Jurubicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, memastikan bahwa peralihan dari pandemi ke endemi tidak bisa terjadi secara langsung. Menurutnya, ada beberapa tahapan dan proses yang harus dilalui Indonesia seperti mengupayakan pengendalian dan penekanan laju Covid-19 serta mengoptimalkan vaksinasi.
โTentunya, kita harus memasuki tahap awal ini adalah bagaimana kita melakukan pengendalian dulu. Kita akan menekan terus penularan dalam kurun waktu yang cukup lama atau dalam rentang waktu tertentu,โ kata Siti Nadia Tarmizi saat berbicara dalam forum webinar MNC Trijaya, Ahad, yang dilansir Oke Zone.
Syarat kedua, ia mengatakan bahwa capaian vaksinasi nasional harus mencapai 70 persen. Setelah itu, kehidupan akan memasuki fase normalisasi secara bertahap.
โKemudian, cakupan vaksinasi minimal 70 persen. Kemudian kita masuk pra-pandemi lalu endemi,โ kata Siti Nadia.
โSangat memungkinkan kita melihat dari eskalasi laju penularan dari pelonggaran-pelonggaran dapat membebankan fasilitas kesehatan (faskes) atau pelayanan kesehatan. Kita akan melakukan pengetatan atas mobilitas,โ tambah dr Nadia.
Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan kalau capaian vaksinasi menjadi hal penting dalam mengendalikan Covid-19. Bukan hanya vaksin primer lengkap tetapi juga vaksin booster menjadi penting jika ingin menyudahi Covid-19.
โIni akan menjadi kewaspadaan terkait varian baru. Kita tahu akan berpotensi untuk terjadinya peningkatan kasus. Maka bukan hanya vaksin primer yang kita kejar tetapi vaksin booster juga yang menjadi pekerjaan rumah bila kita ingin selesaikan pandemi ini,โ tutup Nadia. [Mohamad Deny Irawan]





















