Jakarta, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mengatakan masyarakat Indonesia lebih baik dan siap dalam menghadapi sub-varian Omicron BA.4 dan BA.5 dibandingkan sejumlah negara di kawasan Eropa, Amerika maupun negara Asia lainnya. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan hal ini terkait dengan tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia serta vaksinasi yang lebih baik.
“Indonesia relatif jauh lebih baik dengan populasi yang sangat banyak dalam menghadapi gelombang BA.4 dan BA.5 ini karena masyarakat Indonesia lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga dalam melaksanakan vaksinasi,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti Rapat Terbatas mengenai evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Senin 4 Juli 2022.
“Sekarang, kita juga melihat walaupun kasusnya naik tetapi pelandaian mulai terjadi, baik di Jakarta maupun di Indonesia,” sambungnya sebagaimana dilansir Sekretariat Kabinet.
Menkes Budi menjelaskan bahwa rendahnya jumlah kasus Covid-19 dari puncak gelombang sebelumnya terjadi karena tingginya kadar antibodi masyarakat.
“Sero survei terakhir di bulan Maret menunjukkan antibodi kita masih tinggi. Jadi kalau Desember kita Sero survei antibodinya sekitar 400-an, 500-an itu sudah dimiliki oleh 88 persen populasi. Di bulan Maret kemarin kita Sero survei 99 persen populasi sudah memiliki antibodi di level 3.000–4.000-an, jadi jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Menkes menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan sero survei yang dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan terkait protokol kesehatan dan vaksinasi.
“Diharapkan dalam sebulan hasilnya sudah bisa keluar sehingga kita bisa mengambil kebijakan yang tepat mengenai protokol kesehatan dan juga vaksinasi,” ujarnya.
Menutup keterangan persnya, Menkes mengajak masyarakat untuk tetap konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Budi juga mengajak masyarakat melaksanakan vaksinasi dosis penguat atau booster karena terbukti meningkatkan kadar antibodi dalam menghadapi COVID-19. “Bapak Presiden menghimbau semua masyarakat tetap waspada menghadapi kenaikan kasus di negara-negara lain di dunia. Pandemi ini belum selesai,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]



















