Washington, Gontornews — Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden dari Partai Demokrat, kemarin, Kamis (25/4) secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden AS dalam sebuah video yang diposting di akun media sosialnya.
Dalam sebuah video yang diposting di Twitter, Biden menyoroti bentrokan mematikan antara supremasi kulit putih dan demonstran di Charlottesville, Virginia. Biden mencatat komentar Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan, di kedua kubu yang sedang bentrok itu ada beberapa “orang yang sangat baik”. Bentrokan itu menewaskan seorang wanita.
“Kami berada di sini untuk membangun jiwa bangsa ini,” kata Biden dikutip Aljazeera.
“Jika kita memberi Donald Trump delapan tahun di Gedung Putih, dia akan secara fundamental mengubah karakter bangsa ini selamanya. Dan aku tidak ingin hal itu terjadi.”
Pengumuman itu menjawab spekulasi berbulan-bulan mengenai apakah Biden, kader Partai Demokrat yang memimpin jajak pendapatawal, akan menerima tawaran pencalonan partainya untuk menantang Trump pada 2020.
Biden menjabat delapan tahun sebagai wakil presiden di era Presiden Barack Obama dan 36 tahun di Senat AS. Dengan usia 76, ia adalah kandidat tertua kedua dalam kontes pencalonan Demokrat, setelah Senator Bernie Sanders (77).
Obama belum secara eksplisit mendukung pencalonan Biden, tetapi mantan presiden itu mengambil langkah yang tidak biasa untuk mempertimbangkan pengumuman hari Kamis itu.
“Presiden Obama telah lama mengatakan bahwa memilih Joe Biden sebagai pasangannya pada 2008 adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah dibuatnya,” kata juru bicara Obama Katie Hill. “Dia mengandalkan pengetahuan, wawasan, dan penilaian wakil presiden selama kampanye dan seluruh kepresidenan. Keduanya menjalin ikatan khusus selama 10 tahun terakhir dan tetap dekat sampai hari ini.” [Rusdiono Mukri]
























