Johannesburg, Gontornews — Peneliti dari KwaZulu-Natal University, Profesor Tulio de Oliveira, mengatakan bahwa varian Delta virus korona akan mendominasi Afrika Selatan. Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, rencananya, akan berbicara ke publik pada Ahad, 27 Juni 2021 pukul 8 malam waktu setempat mengenai hal tersebut.
Afrika Selatan merupakan negara Afrika yang paling terdampak virus korona. Mereka mengonfirmasi bahwa sepertiga kasus positif Covid-19 atau lebih dari 40 persen berujung pada kematian. Sejauh ini, Afrika Selatan baru memberikan 2,7 juta dosis vaksin bagi tota 60 juta populasi warga.
“Sebuah varian baru tampaknya tidak hanya muncul, tetapi tampaknya mulai mendominasi kasus infeksi di Afrika Selatan,” kata Tulio kepada Reuters.
“(Varian) ini benar-benar akan mengambil alih,” imbuh Tulio.
Sejumlah pakar menjelaskan bahwa varian Delta asal India jauh lebih menular ketimbang varian Beta asal Afrika Selatan. Padahal, Afrika Selatan telah mengalami penularan kasus Covid-19 varian Beta penyebab timbulnya gelombang kedua virus asal Wuhan tersebut. Sementara varian Delta mendorong negara tersebut terperosok dalam gelombang ketiga virus korona.
Pada Jumat (25/6/2021), Afrika Selatan mengonfirmasi lebih dari 18.000 kasus Covid-19 baru dengan 215 kematian.
Pejabat Kementerian Kesehatan Afrika Selatan, Mmamoloko Kubayi-Ngubane, mengatakan bahwa saat ini mereka memasuki puncak gelombang ketiga. Mereka pun memprediksi bahwa puncak kasus Covid-19 gelombang ketiga akan lebih tinggi daripada gelombang kedua atau saat pemerintah mencatatkan penambahan 21.000 kasus per hari pada Januari lalu. [Mohamad Deny Irawan]






















