Jakarta, Gontornews — Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam. Maka dari itu setiap orang Islam harus bisa membacanya. Sayangnya meski menjadi penduduk mayoritas di Indonesia, nyatanya masih banyak umat Islam di Tanah Air yang belum bisa membaca kitab sucinya itu. Demikian sederet alasan owner PT Islamic Course Asy – Syarif, Ustadz Achmad Farid Hasan berinisiatif mencari cara untuk membantu mereka keluar dari buta huruf Alquran.
Qadarullah, bersama istrinya, Ustadz Farid berhasil menemukan “Metode 1 Jam Bisa Membaca Alquran” pada tahun 2000 dan “Metode 30 Menit Bisa Membaca Alquran” pada tahun 2007. “Jadi kami punya dua metode. Metode 1 Jam Bisa Membaca Alquran ada hak ciptanya, Metode 30 Menit Bisa Membaca Alquran juga ada hak ciptanya. Intinya sama, yang beda hanya durasi,”bebernya kepada Majalah Gontor.
Menurutnya, ada beberapa hal yang membuatnya mampu menemukan metode ini. Pertama, mereka meyakini metode ini muncul karena hidayah dari Allah SWT.
Kedua, latar belakang pendidikan dan pengalaman membuat pria kelahiran Lamongan 29 Mei 1967 itu berani menciptakan metode tersebut. Dari latar belakang pendidikan, selain pernah belajar di beberapa pesantren di Jawa Timur:
Pondok pesantren Nurul Huda Mojokerto
dan Pondok Pesantren Darul Arqam Surabaya ia juga pernah mengenyam bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi Islam di Surabaya.
Sementara dari pengalamannya mengajar, selain berpengalaman mengajar beberapa metode dasar membaca Alquran di lingkungan masyarakat juga tercatat pernah menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. “Mengajar Alquran paling banyak di Surabaya, karena besar di Surabaya. Kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya angkatan 1987. Tahun 1995 saya ke Jakarta dan menjadi dosen Agama Islam di Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi 1997 – 2005,” paparnya
Demi fokus pada pembelajaran Alquran
sang istri, Zulfi Ida Syarifah memintanya berhenti menjadi dosen. Sejak saat itu ia bersama istrinya lebih banyak menggeluti metode pembelajaran membaca Alquran hingga membuahkan hasil. Hingga kini metodenya telah dibukukan hingga 10 kali cetak. “Setelah 5 tahun di Jakarta baru menemukan metode ini. Metode ini Insya Allah paling mudah, paling cepat karena cara membacanya seperti membaca latin. Alhamdulillah tiba-tiba ada inspirasi. Saya nulis, terus jadi metodenya. Padahal tidak pernah ada rencana, ataupun impian untuk menemukan metode ini,”ujarnya.
Setelah menemukan metode tersebut pada awalnya Ustadz Farid gencar mengajarkannya kepada masyarakat. Namun pelan tapi pasti ternyata banyak instansi yang tertarik mengundangnya untuk training metode pembelajaran membaca Alquran yang ditemukannya itu. Ia pun bersyukur, karena metode miliknya itu kini sudah banyak dipelajari orang. “Awalnya saya buat cuma 3 lembar, dari situ saya mengajar ke mana-mana di Jabodetabek. Alhamdulillah, meski awalnya hanya puluhan, tapi kemudian menjadi sangat banyak,”katanya.
Bagi masyarakat Muslim di tanah air yang kesulitan belajar membaca Alquran, mungkin metode yang ditemukan oleh suami Zulfi Ida Syarifah ini bisa dijadikan solusi untuk belajar membaca kitab sucinya secara mudah. Sesuai dengan namanya metode ini hanya memerlukan waktu yang tidak terlalu lama untuk dapat membaca Alquran. Karena metode ini memiliki beberapa keunikan.
Pertama, metode ini adalah satu-satunya metode yang menyebutkan huruf Alquran dengan sebutan latin. Contoh alif, hamzah dan ‘ain dikelompokan menjadi satu yaitu (A), dal, dzal, dzho, dhod dikelompokkan menjadi (D), tsa, sin, syin, shod dikelompokkan menjadi huruf (S). “Penyebutan latin ini agar orang bisa mudah membaca Alquran seperti membaca latin,” harapnya.
Kedua, metode ini memberikan ciri-ciri pada setiap huruf Alquran yang berjumlah 30. Dengan ini diharapkan orang tidak terpengaruh dengan perubahan bentuk huruf, tidak terpengaruh dengan ekornya huruf, dan tidak terpengaruh dengan apakah hurufnya di depan, tengah atau belakang yang penting fokus pada ciri-cirinya.
Ketiga, mengajarkan bagaimana melafalkan huruf dengan benar sesuai dengan tajwid. “Kalau orang sudah tahu ciri-ciri huruf, biasanya kuat ingatannya untuk menghafal huruf-huruf tadi. Dengan ciri-ciri itu seseorang akan ringan untuk menghafal huruf dan melafalkannya,”
Seiring berjalannya waktu, kecanggihan teknologi pun digunakannya untuk mengajarkan metode belajar cepat Alquran kepada masyarakat. “Dulu saya kerjasama pelatihan ke seluruh Indonesia dari tahun 2010. Saat ini pun masih kami kembangkan. Tapi karena pandemi sekarang fokus di youtube untuk mengajar dan mempromosikan metode ini,”pungkasnya.




















