Kairo, Gontornews — Jaksa penuntut umum Mesir, Ahad (10/11/2021), memerintahkan penahanan tiga pria selama empat hari karena salah penanganan paket berisi dosis vaksin Sinopharm yang terbuang di Minya pekan lalu.
Penuntut juga mengumumkan bahwa dua dari tiga tersangka telah menjalani penahanan selama 15 hari tambahan berdasarkan perintah lanjutan.
Penduduk desa di Minya menemukan paket vaksin asal Cina di saluran air di desa Abshaq, kota Beni Mazar pada Kamis. Warga pun membagikan foto dosis vaksin yang mereka temukan di selokan tersebut ke media sosial. Akibat temuan tersebut, Mesir mengalami kegaduhan .
Dalam keterangan yang Ahram Online lansir, pihak kejaksaan menemukan bahwa vaksin yang ditemukan adalah milik Direktorat Kesehatan Minya. Setelah pihak-pihak terkait melakukan pemeriksaan, mereka menemukan kekurangan 18.400 paket vaksin senilai 5.023.200 Pound Mesir atau sektiar 4,5 Miliar Rupiah.
Jaksa menambahkan bahwa mereka menemukan 13.412 paket di sebuah selokan yang kini tidak dapat digunakan. Pasalnya, satu dosis vaksin Sinopharm asal Cina membutuhan ruang pendingin khusus untuk menjaga kualitasnya. Artinya masih ada 8.944 paket vaksin yang belum otoritas kesehatan Mesir temukan.
Pihak kejaksaan menjelaskan bahwa tiga tersangka berprofesi sebagai apoteker, supir dan penjaga gudang.
Secara kronologi, kejaksaan menjelaskan bahwa apoteker yang bekerja di Direktorat Kesehatan Minya mendapat tugas untuk menerima paket vaksin dari Kairo. Setelah ia menerima puluhan ribu dosis vaksin, apoteker itu melanjutkan ke gudang direktorat dengan menggunakan kendaraan darat.
Berdasarkan penyelidikan, jaksa percaya bahwa ada beberapa bentuk kelalaian dalam proses tersebut. para terdakwa sejauh ini telah mengajukan dua versi yang menjelaskan bagaimana paket-paket vaksin itu bisa hilang.
Kementerian Kesehatan Mesir telah mengoperasikan hampir 17 pusat vaksnasi di Minya termasuk Beni Mazar. Secara resmi, Mesir telah memberikan vaksin kepada 14 juta warganya setidaknya satu dosis vaksin. Pemerintah Mesir berupaya untuk memberikan vaksin kepada 40 juta warganya hingga akhir 2021 mendatang. [Mohamad Deny Irawan]





















