Karachi, Gontornews — Ratusan warga yang tergabung dalam Partai Tehreek-e-Labaik (TLP) menutup 10 jalan utama di Pakistan seperti Lahore, Karachi dan Islamabad. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengimbau seluruh warga untuk tidak melakukan tindakan berlebihan jika tidak mau berurusan lebih lanjut dengan aparat pemerintah.
“Kami tidak akan membiarkan kerusakan apapun terjadi. Kami tidak akan membiarkan Anda memblokir jalur lalu lintas,” kata Imran Khan sebagaimana dilansir Reuters.
“Saya mengimbau Anda, jangan membuat negara terpaksa mengambil tindakan,” ancam PM Imran Khan kepada para demonstran.
Pemblokiran 10 jalan utama terjadi setelah Pengadilan Tinggi Pakistan memutus bebas seorang wanita Kristen bernama Asia Bibi, Rabu (31/10). Asia Bibi sendiri dituduh mengeluarkan komentar bernada merendahkan Islam setelah tetangganya keberatan untuk minum dari gelasnya karena ia bukan Muslim.
Akibat tindakannya tersebut, Asia Bibi divonis hukuman mati pada tahun 2010 sekaligus menjadi wanita penista agama pertama yang divonis hukuman mati di Pakistan.
“Banding diterima. Dia bebas. Putusan pengadilan tinggi, serta pengadilan terbalik. Hukuman padanya dibalik,” kata Hakim Agung Mian Saqib Bisar sebagaimana dilansir Daily Times.
“Dia akan dibebaskan segera jika terlibat dengan kasus lain,” tambah Mian Saqib yang didampingi 2 hakim lain yaitu Hakim Asif Saeed Khosa dan Mazhar Alam Khan Miankhel.
Bukan hanya Pakistan, kasus yang dialami Asia Bibi juga menyebabkan pro kontra di kalangan masyarakat. Bahkan, Paus Fransiscus juga mengomentari hal tersebut seiring dengan marahnya umat Kristiani dunia terhadap vonis hukuman mati yang mendera Asia Bibi. [Mohamad Deny Irawan]





















