Depok, Gontornews — Islam sangat mencintai keindahan dan kebersihan. Karenanya, penting bagi semua umat Muslim untuk terus menjaga penampilan dan kebersihannya, terlebih di hadapan pasangan mereka. Sebab, tidak hanya akan indah dipandang mata, namun juga akan menambah deburan cinta di hati.
Ria Kumara Indah, konsultan sekaligus assistant head of foreign relations, kepada Gontornews.com mengutarakan, “Sikap cuek terhadap penampilan, seharusnya tidak sampai menyebabkan perceraian.” Biasanya andaikata terjadi perceraian, jauh sebelumnya pasti sudah ada permasalahan lain yang tersimpan.
Namun, boleh jadi jika masalah terkait penampilan ini sudah menjadi isu yang lama (terjadi berkali-kali), maka ia pun bisa memicu kemunculan permasalahan besar lainnya. Karena hal tersebut dapat mengesankan pasangan tidak didengar atau diabaikan.
Diceritakan bahwa dulu ada seorang suami berambut awut-awutan dengan tubuh penuh debu menghadap kepada Khalifah Umar bersama istrinya. Si istri berkata, “Aku tidak mau punya suami seperti ini, Amirul Mukminin.” Khalifah langsung paham penyebab kebencian si istri terhadap suaminya. Dia memerintahkan sang suami untuk membersihkan diri, merapikan rambut, dan memotong kuku.
Setelah si suami melaksanakan apa yang diperintahkan, Khalifah Umar memerintahkannya untuk menemui istrinya. Melihat keadaan si suami, sang istri berpaling dan menghindar karena tidak mengenalinya. Baru setelah memperhatikan dengan seksama, ia langsung mencium sang suami dan mencabut pengaduan kepada Khalifah.
Kemudian Umar berkata, “Inilah yang harus dilakukan oleh suami untuk istri-istri mereka. Demi Allah, mereka menghendaki kalian bersolek, sebagaimana kalian juga suka jika mereka berhias untuk kalian.” Karena itu, lanjut Umar, pastikan istri-istrimu berhias untuk dirimu dan tidak berhias untuk lelaki lain, atau melakukannya di acara-acara resepsi saja.
Menjaga penampilan sangat penting bagi pribadi terutama untuk pasangan sendiri. Ketika seseorang mantap untuk menikah, seharusnya ia pun siap untuk menerima segala kekurangan satu sama lain. Keduanya harus bersedia untuk saling menjaga, menutupi aib masing-masing, dan saling menasehati dengan penuh kasih sayang.
“Oleh karena itu perlu ada kesadaran dari setiap individu akan perihal tersebut,” ujar Ria, anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) ini. Sehingga sangat disayangkan jika hal ini kemudian justru dijadikan masalah besar hingga mengarah ke perceraian. Karena pernikahan adalah peleburan dua ego dan pertemuan dua jiwa.<Edithya Miranti>




















