10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 24 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Peran Besar Ulama dalam Kemerdekaan Indonesia

Prof Dr Drs H Abdul Wahid Hasyim MAg, Guru Besar Ilmu Sejarah Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Edithya Miranti by Edithya Miranti
4 August 2023
in Wawancara
0
Peran Besar Ulama dalam Kemerdekaan Indonesia

Umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, tentunya merupakan mayoritas pahlawan bangsa yang tidak bisa dipungkiri andil dan jasanya dalam mengusir penjajah. Bahkan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 itu juga merupakan salah satu bentuk perjuangan nyata ulama di masanya.

Maka, dalam memperingati momentum kemerdekaan bangsa ini, sudah sepatutnya kita tidak melupakan jasa ulama dalam meraih kemerdekaan Indonesia, terutama ketulusan hati mereka dalam mementingkan kemaslahatan umat di atas segalanya. Untuk mengulik lebih jauh terkait hal ini, reporter Majalah Gontor, Edithya Miranti, telah berhasil mewawancarai Prof Dr Drs H Abdul Wahid Hasyim MAg, Guru Besar Ilmu Sejarah Islam Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga merupakan alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1974, berikut petikannya:

Mohon dijelaskan apa makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi bangsa Indonesia?

Makna kemerdekaan artinya terbebas dari penindasan. Tadinya kita berada di bawah penjajahan bangsa lain seperti bangsa Eropa: Portugis, Spanyol, dan yang paling lama itu Belanda, yang mengakibatkan umat Islam tertindas dalam banyak hal, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Bahkan dalam bidang agama juga orang-orang Islam tidak dikenalkan masalah politik serta diadu domba satu dengan lainnya.

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Sampai setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, bisa dimaknai bahwa merdeka itu artinya kita bebas dari penjajahan, penderitaan, kita bisa berdiri sendiri tanpa ada intervensi dari negara lain. Sehingga kita bisa bebas menentukan pemerintahan kita sendiri.

Setelah dinyatakan merdeka, hingga kini Indonesia masih terus dihantam dengan beragam permasalahan bangsa khususnya akibat sikap tamak dari para penguasa dan masuknya beragam model penjajahan gaya baru. Bagaimana tanggapan Anda?

Memang nyatanya seperti itu, maka ada yang mengesankan bahwa kita itu kaya, tapi kenyataannya kita miskin karena kekayaan kita banyak dikuasai kalangan tertentu saja. Kita ini sebenarnya merdeka, tapi belum menikmati kemerdekaan. Mereka itu berkuasa, tapi bukan untuk menyejahterakan rakyatnya, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, maupun agama.

Di bidang agama misalnya, masyarakat harusnya bisa menikmati dan nyaman dalam beribadah, tapi kadang-kadang ada pihak lain yang mengintervensi sehingga terjadilah ulama menjadi terganggu ketika berdakwah.

Di bidang politik juga begitu, hanya kalangan tertentu saja yang bisa menguasainya. Banyak politisi yang setelah terpilih sebagai pejabat lupa akan janjinya dan hanya mementingkan diri sendiri.

Memang ada penjajahan gaya baru, ideologi dan ekonomi seperti dipaksakan, yang nyatanya berakibat rakyat yang miskin tambah miskin dan yang kaya tambah kaya, karena banyak penguasa yang hanya ingin memperkaya diri, keluarga, dan kelompoknya semata.

Bagaimana peran besar ulama terdahulu dalam memperjuangkan dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia?

Dulu kita ini di bawah pengaruh ajaran Hindu, Budha, namun setelah dakwah Islam masuk dan berhasil mendirikan kerajaan-kerajaan Islam, Hindu, Budha habis. Sedangkan ajaran Islam tersebar ke berbagai penjuru Tanah Air dan berhasil menjadikan mayoritas masyarakat Indonesia Muslim. Sehingga wajar peran besar umat Islam sangat besar dalam kemerdekaan.

Bahkan setelah Belanda pergi, sikap Jepang yang mendekati ulama, dimanfaatkan oleh ulama untuk berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Hingga kemudian muncullah partai-partai Islam yang ikut mewarnai perjuangan.

Penting diketahui bahwa kemerdekaan kita juga bukan karena pemberian dari Jepang, namun berkat perjuangan para pahlawan. Setelah Jepang terusir, dalam konferensi Wina disebutkan negara ini harus diserahkan kepada penjajah sebelumnya yakni Belanda, namun kala itu orang Islam sepakat untuk memajukan proklamasi kemerdekaan menjadi tanggal 17 Agustus 1945 dan meminta Sukarno untuk mau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehingga terjadilah proklamasi di tanggal tersebut oleh Sukarno dan Hatta berkat desakan ulama.

Bagaimana Anda melihat peran ulama dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)?

Ulama punya peran besar dalam rumusan dasar negara. Orang Islam ingin dasar negaranya agama, tapi Islam yang sekuler ingin dasar negaranya Pancasila. Dari kesembilan perumus tersebut, Nasraninya hanya satu dan lainnya Islam, namun di antara mereka ada yang nasionalis Islam dan nasionalis sekuler dan jumlahnya tidak seimbang. Diceritakan dalam prosesnya terjadilah perdebatan begitu sengit dan akhirnya terputuslah rumusan Pancasila seperti saat ini.

Belakangan ini ada kaitannya seperti kemunculan kelompok-kelompok yang menginginkan pemerintahan Islam, menurut saya sejatinya pemerintahan Islam itu sudah ada. Cuma bagaimana bentuknya kembali kepada situasi di Indonesia yang lebih cocok dengan dasar Pancasila karena keberagaman suku, bahasa, juga luas daerahnya, dan agar umat tidak terpecah. Namun apa pun bentuknya, sebaiknya prinsip hidup bermasyarakat (musyawarah, amanah, tolong menolong, adil, dan lainnya) itu harus ditegakkan.

Mengapa ulama terkesan mengalah pada penyusunan rumusan Pancasila, sehingga rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta tidak digunakan?

Ulama tidak mengalah, tapi karena toleransi Islam yang tinggi untuk menjaga kesatuan bangsa, maka ulama pun menerimanya. Sebelumnya, setelah perdebatan sengit di balik perumusan konstituante, ada pertimbangan seorang opsir Jepang yang menyebutkan, “Jika sekiranya penambahan tujuh kata sebagaimana diajukan orang Islam itu dipaksakan, maka Indonesia Timur akan memisahkan diri dari Indonesia.”

Indonesia Timur itu cakupannya luas, sangat disayangkan kalau dibiarkan pecah berkeping-keping. Jadi ulama berbesar hati menerima rumusan Pancasila seperti sekarang ini dengan menghapus tujuh kata yang diajukan dan itu merupakan bentuk kebesaran ajaran Islam.

Belakangan bisa dikatakan Pancasila ini rumusannya sudah Islami. Tidak mengakui adanya orang yang tidak beragama untuk hidup di negara ini, karena harus bertuhan.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia ada beberapa isu kenegaraan seperti pembentukan Nasakom oleh Presiden Sukarno, pemberontakan PKI, tragedi Tanjung Priok pada masa Suharto, dan kejadian lain yang banyak menyengsarakan rakyat serta menyudutkan umat Islam. Bagaimanakah tanggapan Anda?

Kekuatan Islam memang kerap dianggap sebagai ancaman bagi sejumlah pihak. Sehingga banyak peristiwa kelam yang terjadi di negeri ini seperti dikondisikan untuk menyudutkan Islam. Mirisnya, di antara kasus tersebut ada yang menjadikan agama sebagai alat politik untuk menduduki jabatan demi kepentingannya sendiri. Hal ini terbalik, sebab seharusnya politik dijadikan sebagai kendaraan agama agar bagaimana Islam itu semakin kondusif, umat dan dakwah Islamnya pun semakin nyaman.

NKRI ada hingga sekarang karena jasa ulama Indonesia melalui mosi integral M. Natsir, tapi mengapa sekarang ada upaya-upaya menghilangkan peran ulama dan umat Islam terhadap lahirnya NKRI?

Ini sengaja karena negara kita potensinya luar biasa dan banyak penguasa dunia yang ingin menguasai dan memecah negara besar ini menjadi beberapa negara. Maka, caranya jasa umat Islam untuk NKRI itu kemudian dinafikan, padahal dulu kita bisa bersatu itu karena perjuangan umat Islam. Sebagaimana Islam selalu mengusung slogan “Persatuan dasar keberhasilan”.

Hari Pahlawan lahir karena adanya Revolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari. Bagaimana Anda melihat peristiwa ini?

Peristiwa peperangan dahsyat melawan penjajah pada 10 November di Surabaya itu melibatkan peran kiai dan para santrinya dari mana-mana. Maka wajar jika hari itu disebut hari Pahlawan dan yang paling banyak berperan umat Islam, para santri, dan kiainya.

Bagaimanakah hubungan politik dan agama dalam Islam?

Agama dan politik tidak bisa dipisahkan dan menjadi satu kesatuan. Disebutkan dari enam ribuan ayat al-Qur’an, 5,8 persen di antaranya berbicara soal ayat hukum. Dijelaskan bahwa 140 ayat membicarakan hablu minAllah dan sisanya hablu minannas yang di antaranya turut dibahas hubungan agama dan kenegaraan. Itu artinya Islam juga membicarakan masalah politik, sehingga jika ulama terlibat politik itu benar.

Apa pesan Anda untuk umat Islam dalam mengisi kemerdekaan Indonesia selanjutnya?

Pesan saya, umat Islam harus bersatu! Masyarakat pun diharapkan untuk mengenal Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harga mati dengan pemahaman yang benar. Tidak boleh arti harga mati NKRI itu lantas dimainkan dengan menafikan peran umat Islam dalam kemerdekaan, sebab umat Islam sangat berperan di dalamnya dan kita pun harus meluruskan hal tersebut. []

Tags: Guru Besar Ilmu Sejarah Islam IndonesiaKemerdekaan IndonesiaPeran ulamaProf Dr Drs H Abdul Wahid Hasyim MAg
Share22Tweet14Send
Previous Post

Presiden Bosnia Sangkal Keterlibatan Serbia di Genosida Srebrenica

Next Post

Penguatan Karakter Peserta Didik

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result