Sarajevo, Gontornews — Pusat peringatan Srebrenica di Bosnia Herzegovina telah menyiapkan laporan tentang penyangkalan genosida yang dituduhkan kepada mereka tahun 1995. Pada tahun tersebut, lebih dari 8.000 warga di Srebrenica tewas dibunuh secara brutal oleh pasukan Serbia Bosnia.
Laporan tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan antara Mei 2022 hingga Mei 2023 seputar penyangkalan dan pernyataan media oleh tokoh masyarakat dari Bosnia Herzegovina, Kroasia, Serbia, Montenegro tentang genosida Srebrenica.
Pemimpin Bosnia dari suku Serbia, Milorad Dodik, merupakan tokoh yang berulang kali menyangkal keterlibatan pasukan Serbia di Srebenica. Dalam laporan yang dilansir Anadolu, Dodik h membantah keterlibatan genosida Srebenica sebanyak 11 kali dari rentang waktu di atas. Artinya, Dodik telah menyangkal keterlibatan itu hampir setiap satu kali dalam satu bulan.
Selain Dodik, penelitian tersebut juga mengungkap portal berita Serbia βAlo!β yang menyangkal genosida sebanyak 9 kali. Setelahnya, ada pula Zoran Milanovic yang menyangkal genosida sebanyak 4 kali.
Laporan tersebut mengatakan penolakan genosida turun dibandingkan periode yang sama dalam rentang tiga tahun terakhir. Dalam tiga tahun terakhir, penyangkalan genosida terjadi sebanyak 681 kali pada tahun 2021, 240 kali pada tahun 2022 dan 90 kali pada tahun 2023.
Lebih dari 8000 Muslim Bosnia terbunuh ketika pasukan Serbia-Bosnia menyerang wilayah Srebenica pada Juli 1995. Meskipun terdapat pasukan penjaga perdamaian Belanda di wilayah tersebut, pasukan Serbia berusaha merebut wilayah yang ditempati komunitas Muslim Bosnia dan Kroasia untuk membentuk negara.
Dewan Keamanan PBB, pada tahun 1993, telah menetapkan wilayah Srebenica sebagai kawasan aman. Tetapi, pasukan Serbia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladic menyerbu wilayah tersebut. Akibat kejahatannya, Mahkamah Internasional memutus bersalah Jenderal Mladic atas tuduhan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.
Pasukan Belanda yang berada di lokasi gagal bertindak saat pasukan Serbia memasuki lokasi tersebut. Penyerbuan tersebut menewaskan sekitar 2000 laki-laki pada 11 Juli 1995. Pascapembantaian tersebut, 15.000 penduduk Srebrenica melarikan diri ke wilayah pegunungan dan sekitarnya. Namun, pasukan Serbia tetap memburu mereka dan berhasil menewaskan sekitar 6.000 orang lagi. Pencarian mayat berlanjut dengan penemuan korban di 570 wilayah berbeda di seluruh negeri.
Pada tahun 2007, Β Mahkamah Internasional di Den Haag memutuskan bahwa genosida telah dilakukan di Srebrenica. [Mohamad Deny Irawan]





















