Damaskus, Gontornews — Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah memulai penyelidikan terhadap tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pasukan Suriah ketika menyerang Kota Khan Sheikhoun yang dikuasai pemberontak, pekan lalu.
Tapi Rusia, Rabu (12/4), menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut Suriah bekerjasama dengan tim penyelidik.
Sementara itu delegasi Inggris di pengawas senjata kimia dunia mengatakan, Kamis (13/4), sampel yang diambil dari lokasi serangan di Khan Sheikhoun positif mengandung gas sarin yang menyerang saraf.
OPCW sebelumnya juga telah menyalahkan Pemerintah Assad atas penggunaan gas klorin, untuk setidaknya, pada serangan tahun 2014 dan 2015.
Seperti dirilis Aljazeera, Jumat (14/4), pemantau hak asasi manusia (Human Rights Watch) juga melaporkan, saat membebaskan Kota Aleppo akhir tahun lalu, Pemerintah Suriah secara “sistematis” juga menggunakan gas klorin.
Setidaknya terjadi delapan insiden di mana helikopter militer Suriah menjatuhkan senjata kimia ke daerah pemukiman. [Rusdiono Mukri]





















