Ngawi, Gontornews — Markaz Khat Universitas Darussalam(UNIDA) Gontor kampus putri untuk pertama kalinya mengadakan pameran Khat Kaligrafi tingkat nasional. Bertajuk “ National Calligraphy Competition” (NCC) 2019 ini menjadi ajang silahturahmi antarkaligrafer tingkat nasional Indonesia, Rabu (25/12).
“Acara ini melibatkan seluruh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Khat UNIDA Gontor Putri sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana di UNIDA Gontor Putri. Karena sebelumnya pameran kaligrafi terakhir diadakan di Jombang pada tahun 2017 silam. Kemudian UNIDA Gontor mencoba mengadakan kegiatan pada tahun ini,” ujar Ustadzah Sarah Jasmine, ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) UNIDA Gontor Putri 1.
Perlombaan sudah berjalan dari bulan sebelumnya. Puncaknya yang berlangsung di Gontor Putri Kampus 1 Mantingan, Ngawi, merupakan agenda seminar tentang kaligrafi dengan tema “Reposisi Peradaban Islam Melalui Seni Kaligrafi”.
Sekaligus diadakan pameran kaligrafi untuk para pemenang yang terpilih dan karyanya akan dipajang pada event tersebut.
“Perlombaan kaligrafi nasional menjadi sorotan baru bagi kaligrafer nasional. Banyak dari mereka yang mengirimkan karyanya, akan tetapi hanya ada enam orang pemenang yang akan di undang mengikuti seminar penutupan NCC tersebut. Ada dua jenis khat yang dilombakan oleh NCC yaitu, Khat Ri’ah dan Khat Diwani,” tambah Ketua DEMA.
Pada sesi seminar kaligrafi yang menjadi narasumber Al-Ustadz Muhammad Nur Lc, pakar kaligrafi Pondok Gontor.
Menurutnya ada tiga macam orang dalam menulis kaligrafi. Pertama, menulis banyak tapi tidak berpikir banyak. Kedua, tidak banyak menulis tapi berpikir banyak. Ketiga, banyak bicara tetapi tidak menulis apa-apa.
Menulis kaligrafi merupakan sebuah keunikan tersendiri sejak zaman ulama-ulama terdahulu. Ilmu kaligrafi dapat dikatakan sakral sebagaimana ilmu-ilmu Al-Qur’an lainnya. Jika ilmu menulis ini dapat ditekuni akan membuahkan hasil yang baik. Bagaikan orang pintar akan kalah pada orang yang rajin.
‘’Peradaban melahirkan cara pandang, cara pandang melahirkan tindakan dan berbuah pada ilmu pengetahuan. Dari ilmu pengetahuan tersebut dapat disimpulkan bagaimana tindakan yang akan melahirkan cara pandang terhadap zaman sekarang. Ingatlah! Bahwa Ilmu merupakan dasar dari peradaban Islam,” ungkap Ustadz M Nur dalam seminarnya.
Setelah usainya seminar tersebut, panitia membacakan pemenang NCC 2020. Untuk kategori Khat Ri’ah diraih oleh: Nihan Hanina (Juara 1 asal Jombang), Jusmidar (Juara 2 asal Mantingan), dan Nur Diana Kholidah (Juara 3 asal Jember). Kategori Khat Diwani diraih oleh: Fitria Dewi Masyitoh (Juarai 1 asal Malang), Desi di (Juara 2 asal Jombang), dan Riza Nurlaila (Juara 3 asal Mantingan). [Sintya/Hafidh]






















