Kairo, Gontornews — Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Al-Amin Prenduan, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani, Rabu (25/10/2023), mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung Grand Syeikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmad At-Thoyyib.
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Fauzi Tidjani dan rombongan membicarakan tiga hal, yang salah satunya, mengundang langsung Grand Syeikh Al-Azhar ke Sumenep Madura pada tahun 2026 guna menghadiri peringatan usia Ponpes Al-Amien yang ke-74.
Kiai Fauzi Tidjani menganggap permintaan ini merupakan wujud penghormatan dan pengakuan terhadap peran Al-Azhar dalam pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia, terkhusus para alumninya yang telah kembali ke Indonesia.
Sebaliknya, Grand Syaikh Al-Azhar sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan juga pesantren-pesantren lain dalam berkhidmah kepada kaum Muslimin di Indonesia.
Pada usianya yang ke-71, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan telah bertransformasi, tidak lagi hanya sebagai institusi agama, tetapi juga memiliki sarana pendidikan yang lengkap mulai dari tingkat pra sekolah hingga perguruan tinggi.
“Ditambah lagi dengan kiprahnya beserta jaringan lembaga-lembaga binaan alumni yang berjumlah lebih 400, yang telah berperan aktif dalam menyebarkan risalah Islam,” ucap Kiai Fauzi Tidjani sebagaimana dilansir laman al-amien.ac.id
Hal kedua yang disampaikan oleh Pimpinan Ponpes Al-Amien Prenduan yaitu permohonan dukungan dalam bentuk beasiswa bagi kader-kader terbaik Pondok. Kiai Fauzi berharap kesempatan ini dapat bermanfaat bagi para kader Al-Amien Prenduan yang ingin melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar serta memperkaya khazanah pengetahuan mereka.
Grand Syeikh Al-Azhar pun langsung merespons dengan pemberian beasiswa khusus 5 kader-kader terbaik Ponpes Al-Amien Prenduan.
Topik pembicaraan terakhir antara kedua tokoh tersebut yaitu mengenai Mu’adalah atau pengakuan ijazah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan oleh Universitas Al-Azhar.
Sebagai informasi, pertemuan antara Grand Syaikh Al-Azhar dengan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan bukanlah yang pertama. Sebelumnya, tepatnya di tahun 1999, KH Moh Tidjani Djauhari bertemu dengan Grand Syaikh Al-Azhar saat itu, yakni Prof Dr Muhammad Sayyid Thanthawy.
Selain itu, pada tahun 2000, rombongan Ponpes Al-Amien Prenduan yang saat itu dihadiri oleh KH Moh Idris Jauhari dan KH Maktum Jauhari juga pernah bertemu dengan Grand Syeikh pada tahun 2000.
Selain dihadiri oleh Grand Syaikh Al-Azhar, pertemuan bersejarah ini juga dihadiri Wakil Grand Syaikh Prof Dr Muhammad Ad-Dhuwaini, Penasihat Grand Syaikh bidang Hubungan Internasional Ambassador Abdurrahman Musa, Penasihat Grand Syaikh bidang Mahasiswa Luar Negeri Prof Dr Nahla As-Shoidy dan Penasihat Grand Syaikh bidang Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Abdul Daim Nusair.
Sementara dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, hadir Pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Al-Amien Prenduan, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani dengan didampingi Rektor IDIA Prenduan KH D. Muhtadi Abdul Mun’im dan dan Kaprodi Fakultas Dakwah dan Ushuluddin IDIA Prenduan Ust Dr Mohammad Fattah, Lc. MA. [Mohamad Deny Irawan]






















