Jerusalem, Gontornews — Kabinet Israel telah menyeutujui kesepakatan normalisasi antara Israel dengan Uni Emirat Arab, Senin (12/10). Kedua pemimpin negara, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta Putra mahkota Abu Dhabi pun tengah membuat jadwal pertemuan mereka dengan segera.
Perjanjian normalisasi diplomatik antara Israel-UEA mendapatkan kecaman dari sejumlah negara Timur Tengah. Terlebih, negara-negara Arab menyebut kesepakatan tersebut merupakan bagian dari upaya legitimasi pendudukan Israel atas Palestina.
“Pada akhir pekan, saya berbicara dengan teman saya, putra mahkota Abu Dhabi (Mohammed bin Zayed Al-Nahyan) dan mengundangnya untuk mengunjungi Israel,” kata Netanyahu dalam akun Twitter-nya.
“Dia juga mengundang saya untuk berkunjung ke Abu Dhabi. Tapi pertama-tama, kita perlu melihat delegasi UEA di sini dan salah satu dari delegasi kami akan pergi ke sana,” imbuh Netanyahu kepada Reuters.
“Kami berbicara tentang kerjasama yang kami promosikan dalam bidang investasi, pariwisata, energi, teknologi dan bidang lainnya,” ujar Netanyahu memperinci hasil pembicaraan dengan Sheikh Mohammed
Sebagai tanda kerjasama, sebuah kapal asal UEA berlabuh di pelabuhan Haifa, Israel, Senin (12/10). Kapal tersebut membawa 15 kargo ke wilayah tersebut. Meski demikian, Israel menolak potensi pembelian jet tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan.
Sebagi informasi, Israel merupakan satu-satunya negara Timur Tengah yang mendapatkan akses kepemilikan pesawat tempur tercanggih asal AS tersebut. Israel berdalih kepemilikan jet tempur siluman F-35 oleh negara kawasan akan membahayakan keunggulan militer Israel atas negara-negara kawasan. [Mohamad Deny Irawan]





















