Dhaka, Gontornews — Pemerintah Bangladesh, Jumat (25/6/2021), mengonfirmasi 10 juta warganya sebagai migrasi iklim. Tapi pada saat yang bersamaan, pemerintah Bangladesh tetap mampu menampung 1,1 juta pengungsi Rohingya.
Negara dengan populasi 163 juta orang tesebut kerap mengalami bencana alam. Imbasnya, anggaran untuk bencana meningkat setiap tahunnya.
“Lebih dari 10 juta warga Bangladesh menjadi migran iklim. Sementara kami terus bermurah hati menampung 1,1 juta pengungsi Rohingya asal Myanmar dengan biaya ekologi yang tinggi,” ungkap Menteri Luar Negeri Bangladesh, Md Shahriar Alam, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
Lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya melarikan diri dari Myanmar. Mereka menyebrang wilayah perbatasan Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim pada Agustus 2017.
Dalam dialog bersama Tower Hamlets Council London dan Komisi Tinggi Bangladesh di London tersebut dijelaskan bahwa Bangladesh merupakan negara yang rentan terdampak bencana iklim.
“Bangladesh, dengan jejak karbon hampir nol, menempati urutan nomor tujuh negara paling berisiko dan terdampak emisi global versi the Global Climate Risk Index 2020,” jelas Alam.
Ia pun memperingatkan bahwa pada tahun 2050, kenaikan permukaan laut akan menenggelamkan 17 persen garis pantai Bangladesh seta menggusur lebih dari 20 juta warga. [Mohamad Deny Irawan]





















