Bogor, Gontornews — Pesantren Ibnu Taimiyah (PIT) Bogor merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan Manhaj Salafus Shalih. Saat ini PIT memberikan pendidikan melalui program beasiswa tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) bagi anak-anak yatim.
Dalam upaya membangun jiwa kreatif, inovatif dan inspiratif, PIT mengadakan pelatihan guru bersama Ustadz Awaluddin Faj, M.Pd,I alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2006.
Ustadz Habibie, Lc., M.Pd.I selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa dengan pelaksanaan kegiatan ini, ada hal-hal baru yang bisa didapat dan diserap dari narasumber, sehingga para ustadz dan ustadzah bisa dan mampu menjadi guru ideal di pesantren yang memiliki daya kreativitas, inovatif dalam pembelajaran, inspiratif serta humanis.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru TK, MI, MTs dan MA Pesantren Ibnu Taimiyah.
Ustadz Awaluddin Faj, M.Pd.I mengatakan bahwa kemampuan seorang guru dalam mendesain pembelajaran menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan anak dalam belajar. “Kenyamanan turut berperan dalam perolehan hasil belajar,” ujarnya.
Menurutnya, setiap anak merupakan makhluk pembelajar karena belajar merupakan salah satu kebutuhan otak dan tuntutan perkembangan fisiknya. Kenyamanan anak saat belajar akan menyumbang pada perolehan hasil yang maksimal. Anak akan merasa nyaman jika proses belajarnya tepat (materi dan metode).
“Maka, siswa yang diajar oleh guru kreatif dan inspiratif akan tumbuh menjadi orang yang dapat memecahkan permasalahan, berpikir secara mandiri, percaya diri, orisinal dalam pemikiran, serta tidak takut untuk melakukan kesalahan,” ungkap Ustadz Awaluddin Faj.
Kreativitas merupakan salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki seorang guru. Tetapi, untuk menjadi kreatif tidaklah gampang, butuh latihan dan proses yang kontinu.
“Ingat, kreatif dan inovatif bukan bawaan lahir, tetapi sesuatu yang dapat dilahirkan,” terangnya.
Guru harus mampu menghadirkan ruhul mudarris, tidak sekedar transfer keilmuan, tapi juga mampu menjadi teladan dan mengayomi berkesinambungan. Ruh mudarris menjadi sangat penting untuk memastikan proses home learning berjalan sesuai amanat UU Sisdiknas dan subtansi standar proses pembelajaran abad 21.
“Seorang tokoh pendidikan pesantren modern, KH Imam Zarkasih mengatakan ‘atthariqatu ahammu minal maaddah, al-mudarrisu ahammu minathariqah, wa ruhul mudarrisi ahammu minal mudarrisi binafsihi’ bahwa metode itu lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan di atas semua itu, ruh seorang guru lebih penting daripada diri seorang guru itu sendiri,” papar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu.[]






















