Mogadishu, Gontornews — Sebuah pesawat militer Turki pada 29 Desember mengevakuasi 16 korban yang terluka parah akibat pemboman yang menewaskan 79 orang dan membuat kewalahan layanan kesehatan setempat.
Pesawat itu juga membawa dokter untuk membantu merawat sekitar 125 orang yang terluka dalam ledakan 28 Desember, yang terjadi ketika sebuah kendaraan penuh dengan bahan peledak meledak di sebuah pos pemeriksaan keamanan yang sibuk.
“Misi penyelamatan berlanjut sejak kemarin ketika ledakan terjadi. Kami telah berhasil mengevakuasi 16 orang yang terluka ke Turki untuk perawatan medis lebih lanjut,” kata Walikota Mogadishu Omar Mohamed Mohamud kepada wartawan di bandara.
Tidak ada kelompok yang mengklaim serangan berdarah itu, namun Presiden Mohamed Abdullahi Farmaajo menyalahkan kelompok Islam Al-Shabaab, yang secara teratur melakukan pemboman mobil dan serangan lainnya di ibukota, dalam upaya mereka menggulingkan pemerintah yang didukung internasional.
Pemboman 28 Desember adalah yang paling mematikan sejak truk meledak pada 2017 di dekat kapal tanker bahan bakar, menciptakan bola api yang menewaskan lebih dari 500 orang. [RM]





















