Jakarta, Gontornews — IKPM Gontor Cabang Bekasi menyatakan keberatan atas pemberitaan yang disiarkan CNN Indonesia terkait dengan kunjungan Ma’ruf Amin ke Pondok Modern Gontor, Selasa (22/1/2019) lalu.
Pemberitaan tersebut tayang di youtube lewat link berikut: https://youtu.be/AVio2Pk8BQM.
Yang aneh dari video tersebut, antara narasi berita dan gambar yang ditayangkan sangat tidak ada kaitannya. Narasi berita menyatakan kunjungan Ma’ruf Amin ke Gontor, Ponorogo, tetapi gambar videonya acara Ma’ruf Amin dengan Bupati Ngawi bersama Mafia Solawat.
“Ini pembodohan terhadap publik. Perhatikan video pada detik 00:25 ke 00:40. Ada plintiran CNN di berita ini. Produsernya goreng isu seolah Gontor dengan massanya beri dukungan ke Ma’ruf Amin,” kata Bendahara IKPM Gontor Cabang Bekasi, Maulana Arief alias Aboy.
Aboy menyatakan pihaknya sangat mengecam pemberitaan tersebut. “Kami menyatakan keberatan dan meminta CNN segera memberikan penjelasan soal video tersebut, CNN juga harus meminta maaf ke Gontor dan ke publik atas kekeliruan pemberitaan itu,” ujarnya.
Pondok Modern Gontor sebagai sebuah lembaga pendidikan memiliki sikap yang tegas setiap menghadapi kontestasi politik termasuk Pileg dan Pilpres 2019.
Salah satu pesantren tertua di Indonesia yang kini memasuki usia 92 tahun ini tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis.
Jelang Pilpres 2019, Pondok Modern Gontor bukan hanya menerima kunjungan Ma’ruf Amin, tetapi juga menerima kunjungan Prabowo Subianto beberapa bulan yang lalu.
Gontor memberlakukan hal yang sama tanpa membedakan pelayanan penerimaan tamu ketika dikunjungi dua kubu yang sedang bersaing di Pilpres 2019.
“Baik Prabowo maupun Ma’ruf Amin sama-sama diterima oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor tetapi keduanya tak diperbolehkan berceramah di depan ribuan santri. Siapapun yang berkunjung ke Gontor, santri tetap belajar di ruang kelas. CNN harus tau itu, tolong jangan framing Ma’ruf datang ke Gontor seolah disambut massa. Ini hoax!,” tegas Maulana Arief.[DJ]























