Tokyo, Gontornews — Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, menegaskan bahwa Jepang tidak membutuhkan status darurat pandemi secara nasional. Bagi Suga, Jepang belum mencapai tahapan untuk meningkatkan status darurat kendati otoritas kesehatan mulai mengeluh seiring dengan peningkatan kasus penularan Covid-19.
“Kami belum sampai sana,“ kata Suga mengutip pernyataan ketua panel ahli pandemi yang ia terima.
“Kami perlu menunjukkan hasil penanggulangan virus korona. Saya akan mempelopori upaya dengan pola pikir untuk melakukan segala sesuatu yang perlu dilakukan,” imbuh Suga dilansir Reuters.
Sejumlah asosiasi medis nasional Jepang telah menyatakan status darurat medis pada Senin (21/12). Mereka berdalih bahwa saat ini sistem kesehatan telah terancam cukup besar karena pandemi Covid-19.
Tidak hanya itu, pekerja medis juga semakin khawatir apakah sistem pelayanan kesehatan yang tersedia saat ini mampu menahan peningkatan kasus. Pakar kesehatan masyarakat dari International University of Health and Welfare, Koji Wada, menyebut pendekatan politik lebih dominan dalam menyelesaikan masalah pandemi.
“Kelompok medis prihatin dengan pekerja medis dan pasien. Sedangkan panel ahli pemerintah harus memperhitungkan seluruh populasi,” ujar Wada. Selain pekerja medis, Wada menjelaskan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan pekerja restoran dan orang-orang yang berisiko kehilangan pekerjaan akibat pandemi.
Dalam beberapa hari terakhir, Jepang telah melaporkan peningkatan kasus infeksi Covid-19 secara signifikan. Pada Senin (21/12), Jepang melaporkan ada 2.154 orang yang mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]






















