Kuala Lumpur, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan bahwa kematian Komandan Militer Iran, Qaseem Soleimani, dalam serangan pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat, akan membuat negara-negara Muslim bersatu untuk melindungi diri dari ancaman eksternal.
Mahathir bahkan menyebut pembunuhan Solaimani sebagai tindakan amoral.
“(Ini adalah) waktu yang tepat bagi negara-negara Muslim untuk bersatu,” ujar Mahathir kepada Reuters.
“Kami tidak lagi aman sekarang. Jika ada yang menghina atau mengatakan sesuatu yang tidak disukai seseorang, negara lain, bisa saja, mengirim drone dan mungkin menembaki saya,” tambah Mahathir.
Sekitar 50 orang termasuk wanita berkumpul di luar Kedutaan Iran di Kuala Lumpu untuk menyuarakan dukungan terhadap Iran.
Mahathir sendiri tengah berusaha mempertahankan hubungan baik dengan Iran mesikpun ada sanksi AS terhadap negara Timur Tengah tersebut. Diperkirakan sekitar 10.000 warga Iran tinggal di Malaysia.
Bulan lalu, Mahathir menjamu Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam sebuah konferensi para pemimpin Muslim dunia di Malaysia.
Selain mendukung Iran, Mahahtir juga memberikan komentarnya terkait dengan perlakukan diskriminasi Pemerintah India terhadap Muslim. Tidak hanya itu, Mahathir juga mengatakan bahwa Organsasi Kerjasama Islam, yang berbasis di Arab Saudi, telah merusak hubungan Malaysia dengan New Delhi dan Riyadh.
“Aku berbicara yang sebenarnya.”
“Kami melakukan sesuatu yang tidak benar, aku pikir aku punya hak untuk berbicara,” pungkas Mahathir. [Mohamad Deny Irawan]





















