Colombo, Gontornews — Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, berencana untuk mengundurkan diri, Kamis (21/11). Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa telah menunjuk saudara laki-lakinya, Mahinda Rajapaksa, sebagai Perdana Menteri sementara menggantikan Gotabaya melalui mekanisme partai.
Wickremesinghe mengajukan dirinya setelah partainya kalah dalam pemilihan presiden yang mengusung saudara kandung Gotabaya, Mahinda Rajapaksa, akhir pekan lalu.
Juru bicara partai Podujana Peramuna, Kaheliya Rambukwella, mengatakan kepastian Mahinda sebagai Perdana Menteri sementara menggantikan Wickremesinghe.
“Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri untuk memberikan ruang bagi presiden baru untuk membentuk pemerintahannya sendiri,” kata Wickremesinghe sebagaimana dilansir Reuters.
Parlemen Sri Lanka sendiri akan memilih pemimpin pemerintah pada April mendatang. Partai oposisi, Podujana Peramua, berharap Mahinda Rajapaksa menjadi kandidat sebagai Perdana Menteri Sri Lanka mendatang.
Berdasarkan konstitusi yang berlaku di Sri Lanka, pemunduran diri Wickremesinghe membuat jajaran pemerintahannya juga harus dibubarkan.
Wickremesinghe mengaku bahwa ia ataupun partainya tidak memiliki suara mayoritas di parlemen untuk membentuk kabinetnya. Tahun lalu, Mahinda terganjal pengadilan saat mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Sri Lanka.
Dalam pidato kemenangannya, Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa memprioritaskan peningkatan keamanan nasional. Gotabaya juga dianggap berjasa dalam memimpin pemerintah mengalahkan kelompok separatis Macan Tamil satu dekade lalu. Ia pun berjanji akan mengamankan negaranya dari ancaman kelompok militan. [Mohamad Deny Irawan]





















