Bangkalan, Gontornews — Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 tentunya menjadi momen yang dinanti setiap warga Indonesia. Rasa suka cita juga turut dirasakan segenap guru dan santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura.
“Untuk mengisi Hari Kemerdekaan, saya mengumpulkan sebagian guru TMI (Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah) guna membahas tentang rangkaian kegiatan yang ada di TMI dan in syaa Allah akan dibukukan,” terang KH Dr Ahmad Fauzi Tidjani MA, pimpinan dan pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan.
Dalam acara tersebut pengarahan singkat, penulisan, dan pengkajian diserahkan kepada Ghazi Mubarok. Kepada Gontornews.com, KH Fauzi menambahkan bahwa harapannya buku panduan yang akan dicetak ini bisa dimanfaatkan oleh semua lembaga. “Setelah tuntas semua buku pedoman ini, nanti secara resmi akan diluncurkan oleh pimpinan dan pengasuh,” jelas kyai.
Acara ini berlangsung selama satu hari dan akan membahas tentang pedoman di asrama, pedoman di marhalah, juga pedoman di luar asrama dan marhalah. “Untuk pedoman lainnya menyusul di lain waktu,” tambah putra almarhum KH Mohammad Tidjani Djauhari MA tersebut.
Selain fokus membahas buku panduan kegiatan pondok, sebagian santri juga telah mengadakan istighatsah dan tahlilan untuk almarhumin para pejuang kemerdekaan. Turut digelar pula lomba pidato tiga bahasa bertajuk, Kemerdekaan. “Semoga sehari mengisi Hari Kemerdekaan ini bisa penuh manfaat,” pungkas KH Fauzi. <Edithya Miranti>






















