Lamongan, Gontornews — Keluarga besar Pondok Pesantren Al-Islah melaksanakan shalat Istisqa’, Jumat (20/10/2023) pagi, di lapangan Kopen, Paciran, Lamongan. Selain berhajat agar Allah SWT menurunkan hujan, Ponpes Al-Islah menganggap pelaksanaan shalat Istisqa’ ini merupakan salah satu media pembelajaran bagi santri dan para pembina di lingkungan pondok.
Sebagai catatan, pelaksanaan shalat Istisqa’ kali ini merupakan yang pertama dalam sejarah Ponpes Al-Islah Paciran Lamongan. Beberapa guru dan fungsionaris di Ponpes Al-Islah mengakui fakta bahwa pelaksanaan shalat Istisqa’ ini yang perdana dilaksanakan.
“Shalat Istisqa’ belum pernah dilaksanakan. Sejak saya jadi santri, saya masuk di pondok tahun 2006 sampai sekarang belum pernah diadakan untuk santri shalat Istisqa’. Itu seingat saya. Jadi shalat Istisqa’ kali ini merupakan shalat Istisqa’ yang pertama kalinya,” tutur Ustadzah Wahyuni, salah seorang guru senior di Ponpes Al-Islah Paciran sebagaimana dilansir alislah.ac.id.
Bagi pihak pondok, praktik dan pelaksanaan shalat yang lumrah disebut dengan shalat minta hujan itu merupakan pembelajaran penting bagi para santri dan guru Al-Islah. “Pembelajaran penting yang dapat diambil yakni mengenai rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua,” sambung keterangan resmi Ponpes Al-Islah pada laman resminya.
Selain meminta hujan, praktik shalat Istisqa’ juga merupakan bagian dari media ajar bagi para santri. Mulai dari segi pemahaman, fungsi, tata cara dan waktu pelaksanaannya. Selain itu, praktik ibadah sunnah tersebut juga merupakan media penjelas shalat Istisqa’ dari sudut pandang dalil serta kajian ilmiah sekaligus sebagai salah satu media untuk mendekatkan diri (taqarrub) serta berserah diri (tawakkal) kepada Allah SWT.
“Awal mula diselenggarakannya shalat Istisqa’ ini diawali dengan usulan salah satu ustadz di grup WhatsApp. Usulan tersebut akhirnya didiskusikan lebih lanjut oleh para pengasuh yang akhirnya disetujui untuk diselenggarakan,” ungkap ide awal pelaksanaan shalat Istisqa’ di pesantren yang dipimpin oleh Drs KH M Dawam Sholeh tersebut.
Selain melaksanakan shalat Istisqa’, momentum berkumpulnya para santri dan guru tersebut juga digunakan untuk mengirim doa kepada saudara Muslim di Gaza, Palestina. [Mohamad Deny Irawan]

















