Paris, Gontornews — Pemerintah Prancis mulai berpikir jangka panjang dengan mengajarkan bahasa Arab untuk anak-anak sekolah dasar (SD).
Sebab, bahasa Arab dinilai memiliki posisi penting di dunia internasional mengingat lebih dari 26 negara di Jazirah Arab dan Afrika menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa resminya.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Prancis, Najat Vallaud-Belkacem saat menggelar konferensi pers di Paris.
Konferensi pers tersebut sekaligus untuk menegaskan keseriusan pemerintah yang akan memasukkan bahasa Arab dalam kurikulum pelajaran di Prancis.
“Pemerintah akan tetap memasukkan pelajaran bahasa Arab dalam kurikulum, di mulai dari tingkat sekolah dasar,†tegasnya di hadapan wartawan seperti dilansir skynewsarabia.
Menurutnya, bahasa Arab menjadi pilihan bahasa untuk dipelajari para siswa di Prancis karena selama ini sekolah di negeri itu juga mengajarkan beberapa bahasa asing seperti Inggris, Cina, Spanyol, Jerman dan Portugal.
â€(Bahasa) Arab akan diajarkan di SD jika sumberdaya manusia ada dan jika orangtua meminta untuk itu,†tambahnya.
Prancis tak mau kalah dengan Jerman dan Inggris yang telah lama mengajarkan bahasa Arab di sekolah-sekolah. Selama ini, lanjutnya, Pemerintah Prancis hanya memberikan kebijakan 0,2 persen untuk mempelajari bahasa asing di lembaga pendidikannya.
Sebelumnya, beberapa pihak menentang rencana tersebut. Di antaranya dari politisi partai sayap kanan Front Nasional (FN) Louis Aliot yang mengatakan, generasi muda Prancis tidak perlu repot mempelajari bahasa asing. Yang terpenting adalah mempelajari sejarah bangsanya sendiri.
“Anak-anak muda tidak perlu kesesatan, namun (kebutuhan) harus diperkuat kursus bahasa dan sejarah Prancis untuk asimilasi yang sukses,†tulisnya dalam akun.
Demikian juga politisi dari partai sayap kanan Demokrat Kristen Jean-Frederic Poisson yang langsung menuntut mundur menteri perempuan tersebut. Menurutnya, Belkacem tidak senang dengan budaya Prancis. “Rupanya, Anda tidak suka Prancis,†katanya.
Sementara itu, seorang anggota parlemen dari Partai Republik Annie Genevard menyebutkan, mengajarkan bahasa Arab ke anak-anak akan menjadi “kuda Troya” yang mengarah ke “indoktrinasi Islam”.
Prancis merupakan negara di Eropa yang jumlah umat Islamnya tumbuh pesat. Meskipun tidak ada angka resmi, media Prancis melaporkan bahwa sekitar 6-10 persen dari penduduk Prancis adalah Muslim. Islam menjadi agama dengan penganut terbesar kedua di negara itu setelah Katolik. [Ahmad Muhajir/Rus]























