Accra, Gontornews — Presiden Ghana, Nana Addo Dankwa Akufo-Addo, Ahad (31/10/2022), mengumumkan krisis ekonomi yang menghantam negaranya. Pada saat yang bersamaan, Presiden telah mendorong pemerintah untuk mencari dukungan dari lembaga moneter internasional, Internasional Monetery Fund (IMF) untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi di negaranya.
“Saat ini kita berada dalam krisis. Saya mengatakan demikian tanpa melebih-lebihkan. Saya tidak pernah menemukan contoh dalam sejarah ketika banyak kekuatan jahat berkumpul pada saat yang sama,” kata Presiden Akufo-Addo dalam pidatonya sebagaimana dilansir Anadolu.
Sejak awal tahun ini, mata uang Cedi Ghana mengalami depresiasi secara tajam terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Tidak hanya itu, harga bahan bakar juga terus meningkat tanpa harapan stabilitas dalam waktu dekat. Situasi semakin memburuk ketika negara juga mengalami inflasi tanpa akhir.
Presiden Akufo-Addo menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah penyelesaian krisis. Ia pun optimis bahwa Ghana akan kembali bangkit dari kesulitan ekonomi yang mereka alami.
“Seperti yang telah kami tunjukkan dalam situasi lain, kami akan mengubah krisis ini menjadi peluang untuk menyelesaikan masalah jangka pendek yang mendesak tetap juga masalah struktural jangka panjang yang telah mengganggu perekonomian kita,” ujarnya.
“Pemerintah telah mengambil sejumlah tindakan sejauh ini seperti meningkatkan tindakan pengawasan oleh Bank of Ghana di pasar biro valas dan pasar gelap untuk menyingkirkan operator ilegal. Mereka akan mendapatkan izin operasi secara legal jika memenuhi aturan pasar,”
“(Otoritas terkait) telah mencabut izin beberapa biro valas ilegal. Percobaan in akan berlanjut sampai sektor ini pulih,” sambungnya.
Langkah lain yang Akufo-Addo gulirkan adalah dengan menyediakan likuidasi ke pasar valuta asing untuk meningkatkan arus masuk dolar. Bank of Ghana berkomitmen untuk menyediakan likuiditas bagi bank-bank komersial agar roda perekonomian berjalan dengan lancar sampai program IMF dimulai.
“Pemerintah bekerja sama dengan Bank of Ghana, perusahaan penghasil minyak dan pertambangan untuk memperkenalkan kerangka hukum serta peraturan baru untuk memastikan Ghana memperoleh semua devisa. Sebelum itu, (kebijakan ini) hanya dibayarkan ke bank yang berdomisili di Ghana saja,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















