Seoul, Gontornews — Perdana Menteri Korea Selatan, Han Duck-soo, Senin (31/10/2022), meminta warga untuk tidak melontarkan komentar kebencian, berbagi rekaman atau menyebarkan informasi palsu pasca insiden Haloowen di Itaewon yang menewaskan lebih dari 150 orang pada akhir pekan lalu.
“Beberapa pengguna media sosial memposting komentar kebencian tentang para korban, berbagi informasi palsu dan rekaman provokatif dari kecelakaan itu di internet dan media sosial,” kata Han sebagaimana dilansir kantor berita Korea Selatan, Yonhap.
“Saya memohon para pengguna (media sosial) agar benar-benar menahan diri dari perilaku semacam ini,” sambungnya.
Han mengatakan pemerintah Korea Selatan akan mengupayakan hal terbaik guna mendukung keluarga korban meninggal termasuk yang tinggal di luar Seoul ataupun luar negeri, termasuk dengan hal yang berkaitan dengan prosedur pemakaman.
Sebagai informasi, sebuah insiden maut terjadi pada Sabtu (29/10/2022) malam ketika pengunjung pesta Haloowen memadati sebuah gang sempit selebar 3,2 meter di Itaewon, Seoul. Beberapa dari mereka tewas berjatuhan, terinjak dan kesulitan bernapas. Akibat insiden tersebut, ada lebih dari 150 orang yang tewas.
“Pemerintah akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait penyebab insiden itu dan melakukan hal terbaik untuk merevisi kebijakan sehingga tragedi tersebut tidak terulang kembali,” ujar Han.
“Kita perlu menyatukan ide kita dan bekerja sama dalam mengeluarkan kebijakan yang akan membantu Republik Korea lebih aman,” tutup PM Han. [Mohamad Deny Irawan]
























