Ponorogo, Gontornews — Puncak acara Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Senin (19/9), makin meningkatkan optimisme Pondok dalam melahirkan alumni yang siap berkiprah untuk bangsa dan negara.
Jokowi juga optimis alumni pondok pesantren, khususnya Gontor, bisa bersaing di tingkat nasional dan global.
“Alhamdulillah saya senang sekali dengan Gontor, alumninya ada ketua MPR, DPR, di eksekutif banyak, Pak Menteri Agama, Gubernur, Bupati dan Walikota dari pondok ini. Ini yang menyebabkan saya bangga,” papar Jokowi dalam acara silaturahim resepsi kesyukuran 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Jokowi yang mengenakan baju batik cokelat dan berpeci hitam itu memaparkan bagaimana persiapan Indonesia untuk memenangi persaingan global. Menurutnya, masyarakat ekonomi ASEAN dibuka Januari tahun ini. Orang Malaysia boleh usaha di Indonesia, Indonesia bisa di mana saja, semua sudah dibuka hanya belum terlihat arus mobilitas orang dan barang.
“Sama seperti di UE pergerakan ini ada dan pada saatnya kita baru sadar banyak orang asing di negara kita,” ungkapnya.
Menurutnya, inilah sebuah kompetisi yang dalam setiap kesempatan selalu disampaikan bahwa warga negara lain adalah pesaing.
“Begitu lengah daya saing kita akan habis. Inilah sebuah keterbukaan yang tidak bisa ditolak dan dihambat, kalau kita hambat berarti kita menutup diri dan di blok negara lain,” tuturnya.
Jokowi menyebut indeks rasio Indonesia masih tertinggal jauh pada posisi 109, Singapura nomor 1, Malaysia nomor 18 dan Thailand nomor 49. Ia berharap alumni PMDG bisa bersaing dengan yang lainnya dan memenangkan persaingan itu.
“Saya senang ketika turun di lapangan UNIDA Gontor menyalami para siswa yang dari Sabang sampa Merauke ada semua. Ada yang dari Thailand, AS, ini adahal pondok yang bukan hanya nasional tapi juga mendunia. Maka saya mengucapkan terima kasih karena di Indonesia ada PMDG,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga mengucapkan selamat atas milad 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah melampaui beberapa zaman dari zaman penjajahan, kemerdekaan sampai sekarang.
Jokowi mengapresasi Gontor yang telah mewariskan nilai-nilai yang sangat penting diestafetkan pada generasi berikutnya, yaitu identitas, jatidiri, sopan santun, kerja keras, optimisme dan islami.
“Itulah sekarang yang kita kehilangan,” tandasnya. [Ahmad Muhajir/Rus]




















