Canberra, Gontonews – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sejumlah spesies pohon Ekaliptus di pegunungan Australia, seperti pohon Malee, Montain Ash dan beberapa spesies serupa diprediksi punah dalam waktu 60 tahun mendatang akibat perubahan iklim.
Dilansir dari ABC Science, sejumlah peneliti dari Universitas Canberra mempelajari lebih dari 650 spesies ekaliptus di Australia untuk melihat dampak kenaikan suhu hingga 3 derajat Celcius pada spesies pohon tersebut.
“Kami melihat distribusi ekaliptus di mana saja dan di mana pohon-pohon tersebut diberikan skenario yang akan terjadi akibat perubahan iklim dalam 60 tahun mendatang,” kata Profesor Bernd Gruber dari Universitas Canberra, Australia.
“Kami menemukan perubahan besar dalam habitat spesis ini, sekaligus dampaknya. Kami menggunakannya untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang memungkinkan digunakan sebagai lahan konservasi,” tambahnya.
Sementara itu, para peneliti juga mengindikasikan jika perubahan tersebut terjadi pada 90 persen spesies eukaliptus dengan penyusutan hingga 50 persen dalam 60 tahun mendatang. Bahkan, 16 spesies yang dipelajari, pohon Malee, diperkirakan hilang sepenuhnya dalam rentang waktu tersebut.
Gruber menambahkan, pergeseran terjadi sebagai konsekuensi akibat iklim niche, yaitu sebuah iklim yang terdiri suhu dan curah hujan yang dibutuhkan oleh spesies eukaliptus untuk berkembang. Iklim niche sendiri terjadi akibat perubahan iklim.
Terkait hal tersebut, wilayah Queensland-Australia Barat, Vicotria-New South Wales, yang selama ini dianggap sebagai lingkungan yang palin cocok untuk perkembangan eukaliptus, diprediksi semakin memanas. Di antara spesies yang berdampak dengan kondisi tersebut yaitu pohon Black box (Eucalypts largiflorens), Jarrah (Eucalypts marginata), dan Mountains Ash (Eucalypts regnans).
“(Beberapa spesies eukaliptus) menghilang dan bergeser ke arah tepi Australia, ke arah selatan di ketinggian yang lebih tinggi,” tutur Gruber.
“Jangan berpikir Australia akan menjadi gundul karena tidak ada pohon sama sekali. Hal itu tidak akan terjadi. Tapi (akibat perubahan iklim) keanekaragaman hayati di Australia akan berkurang di daerah tersebut,” tambahnya.
Para peneliti menemukan spesies langka eukaliptus tua di Queensland tenggara, tepatnya di bagian utara pesisir New South wales dan Australia yang terancam kondisi tersebut.
Grubber memprediksikan jika hilangnya beberapa pohon eukaliptus di beberapa daerah akibat terjadinya perubahan lingkungan.
“Jika pohon Anda hilang, beberapa serangga akan hilang, kemudian beberapa burung juga akan hilang. Hal ini terjadi bukan karena pergeseran pohon saja, itu terjadi akibat pergeseran keanekaragaman hayati Australia secara keseluruhan,” katanya.
“Akan ada homogenisasi dari keanekaragaman hayati Australia. Itu akan menjadi hal yang sangat membosankan,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















