Lima, Gontornews — Presiden Sementara Peru, Manuel Merino, mundur dari jabatannya, Ahad (15/11). Pengunduran diri Merino sebagai buntut dari aksi demonstrasi besar-besaran di ibukota, Lima, dalam lima hari terakhir.
“Saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya ke seluruh negeri,” kata Merino dalam siaran televisi, Ahad (15/11), dilansir Anadolu.
Pengunduran diri Merino merupakan respon dari bentrokan yang terjadi antara pihak keamanan dengan demonstran yang menewaskan dua orang serta puluhan demonstran terluka. Para demonstran marah terhadap pemakzulan Presiden Peru, Martin Vizcarra.
Merino mengambil alih kursi Presiden setelah parlemen memberikan suara untuk memakzulkan Presiden Martin Viszcarra dengan dugaan penyuapan. Akan tetapi, Presiden Viszcarra membantah tuduhan tersebut.
Usai menggelar rapat darurat bersama parlemen, Ahad (15/11), kongres mendesak Merino untuk segera mundur dari jabatannya demi mencegah kerusuhan lebih lanjut pascapemakzulan Viszcarra.
Kini, Kongres berjibaku untuk menunjuk Persiden ketiga dalam waktu kurang dari sepekan. Peru mengalami kemerosotan ekonomi parah akibat pandemi Covid-19. Akibat kosongnya kursi Presiden, Peru terancam mengalami kekosongan kepemimpinan dalam beberapa jam mendatang dan ini akan menjadi situasi yang amat darurat bagi negara Amerika Selatan tersebut.
Merino sendiri mengaku akan tetap mempertahankan kabinetnya untuk mencegah kekosongan kekuasaan. Sebanyak 18 menteri yang tersumpah Kamis (13/11), akan tetap bekerja sementara hingga penunjukan Presiden Peru yang baru terpilih. Meski sebagian dari mereka telah mengundurkan diri pascademonstrasi Sabtu (14/11). [Mohamad Deny Irawan]






















