Washington, Gontornews — Presiden Donald Trump mendeklarasikan darurat nasional virus korona Amerika Serikat, Jumβat (13/3). Pendeklarasian ini memungkinkan Amerika Serikat mengambil langkah serius untuk memerangi virus pandemi global tersebut.
Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan bahwa Eropa menjadi pusat pandemi COVID-19. Akibat pandemi ini, sekolah, perguruan tinggi terpaksa ditutup. Kalender olahraga berantakan dan orang-orang di dunia menghadapai pembatasan unutk pergi kemana saja.
βDemi mengerahkan kekuatan penuh pemerintah federal untuk menangani ini, secara resmi saya mendeklarasikan darurat nasional,β kata Presiden Trump di Gedung Putih, Jumβat (13/3).
Melalui pendeklarasian ini, pemerintah AS siap menggelontorkan 50 Miliar Dollar As untuk membantu negara federal terdampak virus COVID-19.
Selaini itu, Pemerintah AS juga mengumumkan pembatasan perjalanan dari dan menuju Eropa. Sementara Inggris mendapatkan pengecualian di antara negara-negara di Eropa. Meski demikian, Trump mengatakan akan meninjau perkembangan infeksi COVID-19 di wilayah tersebut karena bisa saja, kondisinya, berubah dengan cepat.
Presiden Trump sendiri siap untuk memeriksakan dirinya setelah kedapatan bertemu seorang pejabat Brazil positif virus korona. Namun, ia tidak akan mengisolasi diri sendiri karena tidak mengalami gejala-gejala virus asal Wuhan tersebut.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan Eropa sebagai benua paling terdampak virus korona. Sebagaimana diketahui, banyak kasus infeksi dan kematian yang dilaporkan akibat virus korona berasal dari Eropa.
Sementara di Cina, penyebaran virus korona justru melambat. WHO menyebut jumlah korban jiwa yang menyentuh angka 5000 orang merupakan sesuatu yang tragis. [Mohamad Deny Irawan]


















